Sabtu, 29 Agustus 2026

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan Peran Biro Perekonomian dalam Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Lampung

 Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan Peran Biro Perekonomian dalam Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Lampung


BANDAR LAMPUNG (Utusan Andalas)— Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan meminta Biro Perekonomian memperkuat perannya sebagai pusat informasi, pengendalian, dan integrasi kebijakan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin rapat penguatan peran Biro Perekonomian sebagai pengendali, pengintegrasi, dan akselerator pertumbuhan ekonomi Lampung yang inklusif, mandiri, dan inovatif, yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (28/8/2026).

Sekdaprov Marindo menyampaikan Biro Perekonomian harus mampu membaca persoalan ekonomi lebih awal dan memberikan rekomendasi kepada pimpinan berdasarkan data.

“Biro Ekonomi itu harus mampu membaca masalah lebih awal, mengintegrasikan kebijakan, menggerakkan OPD, dan memastikan kebijakan ekonomi ini benar-benar menghasilkan dampak,” ujar Sekdaprov Marindo.

Ia mengatakan, setidaknya ada lima peran strategis yang perlu diperkuat, yakni sebagai economic intelligence, pengintegrasi kebijakan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), economic control, economic problem solver, serta memastikan kebijakan ekonomi memberikan dampak bagi masyarakat.

Sekdaprov Marindo juga meminta Biro Perekonomian menyusun Dashboard Ekonomi Lampung yang memuat sekitar 20 indikator ekonomi strategis. Dashboard tersebut antara lain mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar petani (NTP), investasi, ekspor, harga komoditas, dan kinerja badan usaha milik daerah (BUMD).

“Jadi bukan hanya inflasi. Kita perlu melihat bagaimana kondisi aktivitas ekonomi Lampung hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, dashboard tersebut harus diperbarui secara berkala sehingga dapat menjadi alat bantu pimpinan dalam mengambil keputusan. Indikator juga dapat dibuat dengan sistem peringatan, misalnya merah, kuning, dan hijau.

"digitalisasi tidak sekadar membuat aplikasi. Hal yang lebih penting adalah membangun pola pikir berbasis data sehingga pemerintah dapat membaca tren dan mengambil kebijakan lebih cepat," jelasnya.

Untuk mendukung semua hal tersebut, Sekdaprov Marindo meminta Biro Perekonomian memperkuat koordinasi dengan Bappeda, pemerintah kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menangani persoalan ekonomi. (Alung)

Share:

0 comments:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut



Cari Blog Ini