Tampilkan postingan dengan label Unila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unila. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2026

Prof. Warsito Tuntaskan Tes Kesehatan Bacarek Rektor Unila 2027–2031

 

BANDARLAMPUNG(Utusan Andalas) – Prof. Warsito, Ph.D., salah satu Bakal Calon Rektor (Bacarek) Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, telah mengikuti seluruh rangkaian tes kesehatan yang menjadi bagian dari tahapan kelengkapan administrasi pencalonan Rektor Unila.

Tes kesehatan dilaksanakan dalam dua tahap, yakni pemeriksaan kesehatan jasmani di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek, Bandar Lampung, pada Senin (7/9), serta pemeriksaan kesehatan rohani di RS Alamsyah Ratu Perwiranegara (RS ARP), Pesawaran, pada Rabu (9/9).

Pada pemeriksaan kesehatan jasmani, Prof. Warsito hadir sesuai jadwal bersama Bacarek lainnya, Dr. Budiyono dan Prof. Asep Sukohar. Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Panlih) Unila, Prof. Muhammad Akib, Sekretaris Panlih Dr. Agung Abadi K., serta sejumlah anggota panitia juga hadir dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Wakil Direktur RSAM turut menyambut Bacarek dan panitia yang melakukan test kesehatan pada hari tesebut.

Pemeriksaan meliputi kesehatan jasmani, pemeriksaan zat aditif, serta tes narkoba. Sebelum pemeriksaan, seluruh peserta diwajibkan berpuasa sejak pukul 22.00 WIB dan hanya diperbolehkan mengonsumsi air putih hingga seluruh rangkaian pemeriksaan selesai.

Seluruh proses berlangsung tertib dan lancar hingga sekitar pukul 12.00 WIB.

Dua hari kemudian, Prof. Warsito kembali mengikuti pemeriksaan kesehatan rohani di RS Alamsyah Ratu Perwiranegara. Pada tahapan ini, peserta yang menjalani pemeriksaan antara lain Prof. Warsito, Prof. Hamzah, dan Prof. Asep Sukohar. Ketua Panlih juga hadir dalam kegiatan tersebut dan mendapat sambutan dari Direktur RS Alamsyah Ratu Perwiranegara.

Pemeriksaan kesehatan rohani diawali dengan pengisian instrumen pemeriksaan psikologi dan kesehatan jiwa sebanyak 567 butir pertanyaan MPPI, kemudian dilanjutkan dengan wawancara bersama dokter spesialis kejiwaan.

Seluruh rangkaian pemeriksaan selesai sekitar pukul 11.30 WIB dan berlangsung dalam suasana tertib serta profesional.

Usai menjalani kedua tahapan tersebut, Prof. Warsito menyampaikan rasa syukur karena seluruh proses dapat dilaksanakan dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan Panlih.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian tes kesehatan telah saya jalani dengan baik dan tertib sesuai jadwal. Saya juga mengapresiasi pelayanan dari kedua rumah sakit yang berlangsung profesional,” ujar Prof. Warsito.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan merupakan bagian penting dari rangkaian proses seleksi Bakal Calon Rektor dan perlu dijalani dengan penuh tanggung jawab oleh seluruh peserta.

“Saya menghormati seluruh tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan Panlih. Bagi saya, setiap tahapan adalah bagian dari proses yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Prof. Warsito menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti seluruh proses pemilihan Rektor Unila dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati, suasana akademik yang sehat, serta semangat untuk bersama-sama membangun Universitas Lampung.

Ia berharap seluruh tahapan pemilihan dapat berjalan lancar, objektif, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, yang utama adalah bagaimana seluruh proses ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa Universitas Lampung semakin maju, unggul, berintegritas, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” pungkasnya.(Alung)

Share:

Selasa, 01 September 2026

Wagub Jihan Nurlela Pesan 102 Dokter Baru Lulusan Unila Jadikan Integritas dan Pengabdian sebagai Landasan Profesi

 Wagub Jihan Nurlela Pesan 102 Dokter Baru Lulusan Unila Jadikan Integritas dan Pengabdian sebagai Landasan Profesi


BANDARLAMPUNG (Utusan Andalas)----- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berpesan kepada 102 dokter baru dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) untuk menjadikan integritas, empati, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai landasan dalam menjalankan profesi. 

Pesan itu disampaikan Wagub Jihan saat menghadiri Rapat Luar Biasa Senat FK Unila, dalam rangka Sumpah Dokter Periode III Tahun 2026 di Ballroom Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (31/8/2026).

Kegiatan diawali dengan penyerahan Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) dan pembacaan Sumpah Dokter kepada 102 dokter baru.

Wagub Jihan mengatakan, pengucapan Sumpah Dokter merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan kedokteran yang panjang dan penuh tantangan.

Menurutnya, para dokter baru telah melewati berbagai proses, perjuangan, ketekunan, kesabaran, hingga pengorbanan sebelum akhirnya sampai pada tahap tersebut.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh sahabat dan teman-teman sejawat yang pada hari ini telah mengucapkan Sumpah Dokter dan secara sah menyandang gelar dokter," ujar Jihan.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Jihan juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter baru serta keluarga besar FK Unila yang terus menunjukkan komitmen dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas.

Ia menilai komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung maupun Indonesia secara umum.

Jihan menegaskan, Sumpah Dokter bukan sekadar seremoni dan bukan pula akhir dari perjalanan pendidikan kedokteran. Sebaliknya, sumpah tersebut menjadi tanda dimulainya tahap pengabdian yang sesungguhnya.

"Sumpah Dokter merupakan sebuah ikrar moral dan profesional untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, kemampuan, dan profesi bagi kemanusiaan," katanya.

Jihan yang juga pernah menempuh pendidikan kedokteran Unila mengaku memahami bahwa perjalanan untuk menjadi seorang dokter tidak mudah. Pendidikan yang panjang dan penuh tantangan membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta pengorbanan.

Karena itu, ia meminta para dokter baru menyadari bahwa mereka merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga dan dibutuhkan oleh negara, daerah, serta masyarakat.

"Teman-teman dibutuhkan oleh negara. Teman-teman dibutuhkan oleh daerah," ujarnya.

Jihan mengingatkan bahwa status sebagai profesi yang dibutuhkan harus diikuti dengan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik.

"Pegang teguh integritas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," katanya. 

Jihan juga meminta para dokter baru untuk terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Ia mengatakan, tantangan profesi dokter ke depan tidak hanya terkait ketersediaan tenaga medis, tetapi juga kemampuan memberikan pelayanan yang berkualitas.

"Jika adik-adik, teman-teman sejawat sekalian tidak memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, ini akan terdisrupsi oleh teknologi dan perkembangan zaman. Untuk itu, berikan yang terbaik, bukan hanya pada saat teman-teman masih kuliah, tetapi juga nanti setelah menjadi dokter dan memberikan pelayanan," katanya.

Meski demikian, ia meyakini kemajuan teknologi tidak akan menggantikan peran manusia dalam pelayanan kesehatan.

"Sebagaimana canggihnya teknologi ke depan, tidak akan menggantikan posisi sumber daya manusia kesehatan sebagai pilar utama untuk bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan kesehatan masyarakat," ujarnya. 

Ia pun mengajak para dokter baru untuk bangga terhadap profesi yang telah mereka pilih.

"Insya Allah, sampai kapan pun, dokter akan tetap dibutuhkan sebagai bagian dari ikhtiar manusia dan sebagai perantara Tuhan dalam menyembuhkan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Jihan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus menempatkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan, kata Jihan, adalah pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada empat program studi FK Unila.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan sumber daya manusia kesehatan sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin merata.

"Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin merata, sumber daya kesehatan yang berkualitas dan dapat diakses seluruh masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses," katanya. 

Dalam konteks tersebut, Jihan menilai FK Unila memiliki posisi yang sangat strategis bagi pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung.

Selain menghasilkan dokter berkualitas, FK Unila memiliki peran penting dalam pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

"Kehadiran Fakultas Kedokteran Universitas Lampung menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten, sekaligus memahami kebutuhan dan karakteristik masyarakat di Provinsi Lampung," ujarnya.

Jihan berharap sinergi antara Pemprov Lampung, FK Unila, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat.

"Kita ingin agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di lingkungan akademik dapat terus dibawa dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya. 

Ia mengajak seluruh alumni untuk juga mengambil peran di lingkungan pemerintahan. Saat ini, pemerintah sangat membutuhkan tenaga dan dukungan teknis untuk membangun daerah, negara, serta memperkuat sistem kesehatan. 

"Sumbangsih berupa ide, gagasan dari teman-teman sangat dinantikan agar kita dapat berjalan bersama dalam membangun daerah," pungkasnya. (***)

Share:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini