Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2026

Siswa SMAN 5 Bandar Lampung Antusias Ikuti Pelatihan Design Thinking dan Figma dari Kampus Unggul Darmajaya



 BANDAR LAMPUNG(UTUSAN ANDALAS) — Program Pengabdian kepada Masyarakat IIB Darmajaya di SMA Negeri 5 Bandar Lampung mendapat respons positif dari para peserta. Siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian pelatihan Design Thinking dan perancangan prototipe digital menggunakan Figma pada Selasa, (11/8/26).

Kegiatan yang menjadi bagian dari Program Sekolah Binaan IIB Darmajaya tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam memahami bagaimana sebuah permasalahan dapat diidentifikasi, dianalisis, kemudian dikembangkan menjadi sebuah gagasan dan solusi digital.

Tidak hanya menerima materi, para siswa juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran melalui diskusi, pencarian ide, pemecahan masalah, hingga praktik membuat rancangan prototipe. Pendekatan tersebut membuat peserta dapat memahami bahwa teknologi tidak hanya digunakan sebagai perangkat, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menghasilkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

Salah satu peserta, TB Muhammad Arya Wiraguna, mengatakan pelatihan Design Thinking memberikan pengalaman baru baginya, khususnya dalam memahami proses berpikir kritis dan pemecahan masalah.

“Menurut saya, Design Thinking yang saya pelajari hari ini sangat seru. Banyak hal baru yang sebelumnya belum saya pahami, mulai dari berpikir kritis, memecahkan masalah, mencari solusi digital, hingga membuat prototipe menggunakan Figma. Kegiatan ini menambah wawasan saya tentang bagaimana sebuah permasalahan dapat dikembangkan menjadi solusi digital,” ucapnya.

Sementara itu, Davina Aurelia menilai kegiatan tersebut membantunya memahami proses pengembangan sebuah solusi secara lebih sistematis. Ia mendapatkan pengalaman bagaimana sebuah permasalahan yang diberikan dapat diolah hingga menjadi sebuah prototipe.

“Selama proses kegiatan berlangsung, saya jadi dapat memahami bagaimana proses mencari sebuah solusi dari permasalahan yang diberikan. Kemudian, solusi tersebut kami implementasikan ke dalam sebuah prototipe. Kegiatan pada hari ini sangat seru dan menambah wawasan baru bagi saya,” ujarnya.

Antusiasme siswa selama kegiatan juga mendapat perhatian dari pengajar Figma, Ahmadan Habibi Hidayat dan Muhammad Aqdam Setiawan. Keduanya melihat peserta mampu menunjukkan ketertarikan yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran, termasuk ketika menggunakan aplikasi Figma yang sebelumnya belum familiar bagi sebagian siswa.

“Kegiatan ini sangat seru. Adik-adik SMA Negeri 5 Bandar Lampung sangat antusias dalam memecahkan masalah yang mereka cari. Mereka juga cepat beradaptasi dengan aplikasi yang baru mereka pakai. Hal tersebut sangat keren karena dalam waktu yang relatif singkat, mereka sudah mampu mengikuti proses perancangan dan menuangkan ide ke dalam prototipe,” tutur Habibi diamini Aqdam.

Menurut para pengajar, kemampuan siswa dalam beradaptasi menjadi salah satu hal yang menarik selama kegiatan berlangsung. Proses pembelajaran tidak hanya memperkenalkan fitur dan penggunaan Figma, tetapi juga mendorong siswa untuk menghubungkan teknologi dengan proses berpikir dalam menghasilkan sebuah solusi.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana pendekatan pembelajaran berbasis praktik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Melalui Design Thinking, peserta tidak hanya diajak menghasilkan ide, tetapi juga memahami proses di balik sebuah solusi, mulai dari melihat permasalahan hingga merancang bentuk awal produk digital.

Bagi peserta, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat dunia inovasi digital. Sementara bagi IIB Darmajaya, antusiasme siswa menjadi bagian penting dalam mendorong keberlanjutan Program Sekolah Binaan dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan keterampilan digital generasi muda. (**)

Share:

Kamis, 03 September 2026

Tragis, Guru dan Siswa SMA Terkapar di Rumah Sakit Usai Santap Nasi Goreng MBG


 

Foto istimewa

Jatim (Pikiran Lampung)- Miris, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga kembali memakan korban.


Kali ini, keracunan massal menghantam SMA Negeri (SMAN) 3 Nganjuk Jawa Timur.

 

Hal ini terlihat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Nganjuk, Yang mendadak penuh pada Rabu (2/9/2026) sore.

 Pemandangan memilukan terlihat jelas. Remaja-remaja yang masih mengenakan seragam sekolah tampak lemas, pucat, dan meringis menahan sakit.

 

Kejadian bermula ketika aroma gurih nasi goreng dengan topping ayam suwir dan tahu bulat menyapa lidah para siswa pada pukul 10.00 WIB.

 


Saat itu, tak ada yang aneh. Para siswa melahap menu tersebut dengan antusias demi mengisi energi di tengah jam pelajaran.

 

Namun, ketenangan sekolah pecah saat jarum jam melewati angka dua siang. Satu per satu siswa mulai mengeluhkan gejala yang sama yakni pusing hebat, mual yang tak tertahankan, hingga muntah-muntah.

 

Hingga Rabu (2/9/2026) sore, Sebanyak 49 orang dilaporkan menjadi korban keganasan bakteri atau zat berbahaya yang diduga menyusup dalam menu nasi goreng tersebut. Dari total korban, satu di antaranya adalah seorang guru perempuan.

 

Langkah evakuasi dilakukan dengan cepat menggunakan ambulans dan kendaraan sekolah.

 Para korban dirawat di beberapa fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan pertama.

 


Rinciannya 20 orang dirawat di Puskesmas Begadung, 17 orang dilarikan ke RSUD Nganjuk, 12 orang ditangani di RS Bhayangkara.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, mengatakan keluhan mulai muncul sekitar pukul 14.00 WIB. Siswa mengalami mual, pusing, hingga muntah.

 

"Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah," ujar Andik.

 

Menu MBG yang dikonsumsi terdiri dari nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, telur dadar, semangka, dan acar.

 

Andik mengaku belum dapat memastikan makanan mana yang diduga menjadi penyebab munculnya keluhan tersebut.

 

"Saya tidak bisa memastikan, bagian makanan mana yang membuat mereka keracunan," katanya.

 

Terpisah, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, atau Mas Handy, turut meninjau kondisi para siswa di RSUD Nganjuk pada Rabu (2/9/2026).

 

Ia memastikan para siswa mendapat pelayanan dan penanganan medis secara maksimal.

 "Data masih belum pasti. Ada siswa dan satu guru perempuan," jelasnya.

 

Pemerintah Kabupaten Nganjuk juga masih melakukan observasi serta verifikasi jumlah korban untuk memastikan data penanganan. (**)

Share:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Kapolres Pesawaran Tegaskan Komitmen Tanpa Kompromi Berantas Peredaran Narkoba di Bumi Andan Jejama

   Pesawaran, (Utusan Andalas) – Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran menegaskan komitmen serta langkah nyatanya dalam memberantas seluruh ja...

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini