Tampilkan postingan dengan label Pemprov. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemprov. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2026

Tekan Angka Perceraian, Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi dan Integrasi Data

 Tekan Angka Perceraian, Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung Perkuat Sinergi dan Integrasi Data


Bandar Lampung(Utusan Andalas) — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berkomitmen memperkuat sinergi bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandar Lampung dalam upaya menekan angka perceraian serta memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak pascaperceraian di wilayah Provinsi Lampung.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi antara Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dengan Ketua PTA Bandar Lampung, Moch. Sukkri, di Ruang Kerja Sekda, Kantor Gubernur Lampung, Jum'at (25/9/2026).

Sekdaprov Marindo, menyampaikan bahwa tren perceraian di Lampung yang cenderung meningkat, khususnya di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) memerlukan langkah konkret dan sistematis.

"Ini adalah salah satu upaya kita untuk bisa lebih cepat mendeteksi dan memberikan perlindungan. Kami ingin memastikan hak-hak perempuan dan anak-anak yang terdampak pascaperceraian tetap terpenuhi secara pasti," ujar Sekdaprov Marindo.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk menyusun nota kesepahaman serta mengintegrasikan sistem data perceraian yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). 

"Dengan adanya akses keterbukaan begini, diintegrasi datanya, maka selampung ini kita bisa memonitor. Kita juga mempermudah Inspektorat untuk mendeteksi dan mendapatkan data," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Lampung dan PTA Bandar Lampung sepakat untuk mematangkan penyusunan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) serta mengintegrasikan sistem data melalui mekanisme bridging.

Melalui sistem terintegrasi tersebut, Pemprov Lampung dapat memantau status hukum perkawinan pegawai serta mempermudah mekanisme pemotongan gaji secara langsung bagi ASN pria yang berkewajiban memberikan nafkah pascaperceraian. Langkah ini juga dinilai efektif dalam membantu Inspektorat melakukan validasi data kepegawaian dan mencegah pelanggaran administratif.

Sementara itu, Ketua PTA Bandar Lampung, Moch. Sukkri, menyambut baik komitmen dan sinergi bersama Pemprov Lampung dalam membangun kerja sama berbasis teknologi informasi ini.

"Melalui kerja sama dan integrasi sistem ini, kita bisa memastikan kewajiban hak nafkah bagi istri yang dicerai dan anak-anak dapat terpenuhi. Bahkan ke depan, integrasi layanan dapat diperluas hingga ke tingkat masyarakat umum guna menjamin perlindungan hukum bagi perempuan dan anak secara berkelanjutan," jelasnya.

Sinergi terpadu ini diharapkan segera terwujud guna memberikan kepastian hukum, transparansi data, menjamin perlindungan hak perempuan dan anak, serta mendorong penurunan angka perceraian di seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

(ALUNG)

Share:

Selasa, 22 September 2026

Pemprov Lampung Perkuat Percepatan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah, Gubernur Mirza Dorong Sinergi Pemerintah Kabupaten/Kota, Perbankan, dan Pengembang

 Pemprov Lampung Perkuat Percepatan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah,  Gubernur Mirza Dorong Sinergi Pemerintah Kabupaten/Kota, Perbankan, dan Pengembang

 

BANDARLAMPUNG(Utusan Andalas) ----- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan sinergi dalam percepatan pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) 3 Juta Rumah di Provinsi Lampung. 

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah di Provinsi Lampung, di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur Lampung, Senin (21/9/2026) malam.

Rapat tersebut dihadiri Plt. Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Rini Dyah Mawarty dan Deputi Komisioner Bidang Hukum dan Administrasi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Wilson Lie Simatupang. Pertemuan juga melibatkan perbankan, asosiasi pengembang, serta pemerintah daerah.

Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penyediaan rumah layak bagi masyarakat.

Pemprov Lampung berkomitmen mendukung PSN 3 Juta Rumah, khususnya dalam meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

"Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyatukan target dan langkah konkret antara pemerintah pusat, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah," ujar Gubernur Mirza. 

Gubernur menjelaskan, pelaksanaan Program 3 Juta Rumah tidak hanya berkaitan dengan rehabilitasi rumah tidak layak huni, tetapi juga peningkatan penyediaan rumah baru yang layak dan terjangkau bagi masyarakat.

Karena itu, kebutuhan masyarakat (demand), ketersediaan rumah (supply), pembiayaan, kesiapan lahan, perizinan, serta dukungan infrastruktur dan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perlu dipertemukan dalam pelaksanaan program.

"Kehadiran perbankan dan berbagai asosiasi pengembang dalam forum ini harus kita manfaatkan untuk memperoleh komitmen konkret percepatan penyediaan dan pembiayaan perumahan di Lampung," katanya.

Sementara itu, Plt. Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian PKP Rini Dyah Mawarty menyampaikan bahwa kuota alokasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah di Provinsi Lampung saat ini menjadi 13.276 unit.

Rini menyampaikan bahwa program tersebut diarahkan untuk mengatasi backlog rumah tidak layak huni agar menjadi rumah layak huni. 

Selain BSPS, dukungan terhadap penyediaan rumah bagi MBR dilakukan melalui fasilitas Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pemerintah juga mendorong sosialisasi KUR Perumahan atau Kredit Program Perumahan (KPP) berbunga rendah bagi masyarakat yang berkehidupan atau berusaha di rumah, pengembang, serta toko bangunan.

Skema perumahan tersebut mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional 3 Juta Rumah.

Rini juga menyampaikan bahwa program ini akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja yakni para tukang bangunan dan memberikan efek ganda bagi perekonomian daerah.(***)

Share:

Sabtu, 12 September 2026

Gubernur Mirza Tegaskan Perubahan APBD 2026 Harus Tepat Sasaran dan Berdampak bagi Masyarakat

 

BANDARLAMPUNG(Utusan Andalas) ----- Pemerintah Provinsi Lampung memastikan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 diarahkan untuk memperkuat program prioritas pembangunan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam Rapat Paripurna Lanjutan Pembicaraan Tingkat I DPRD Provinsi Lampung dengan agenda Jawaban Gubernur terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026, di Ruang Sidang DPRD Provinsi Lampung, Kamis (10/9/2026).

Dalam jawabannya, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD Provinsi Lampung atas saran, masukan, tanggapan, dan pertanyaan yang disampaikan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Menurutnya, penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026 secara substansi berpedoman pada kesepakatan bersama antara Pemerintah Daerah dan DPRD mengenai Rancangan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 yang telah disepakati pada 7 Agustus 2026.

Kesepakatan tersebut merupakan hasil pembahasan antara Tim Anggaran Pemerintah Daerah beserta jajaran perangkat daerah dengan Badan Anggaran dan fraksi-fraksi DPRD Provinsi Lampung.

"Hal ini merupakan wujud sinergi dan komitmen bersama untuk memastikan setiap program dan kegiatan yang direncanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta berkontribusi terhadap percepatan pembangunan Provinsi Lampung," kata Gubernur Mirza.

Dari sisi pendapatan, Gubernur Mirza mengatakan optimalisasi pendapatan daerah membutuhkan kerja keras, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap dinamika regulasi.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong berbagai terobosan untuk menggali dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah. 

"Upaya tersebut dilakukan guna memperkuat kapasitas fiskal daerah dalam mendukung pembangunan Provinsi Lampung yang berkelanjutan," katanya. 

Sementara dari sisi belanja, kebijakan dalam Rancangan Perubahan APBD 2026 diarahkan pada program dan kegiatan yang mendukung pencapaian prioritas pembangunan daerah.

Kebijakan belanja juga difokuskan untuk memperkuat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi serta diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Lampung dan prioritas pembangunan nasional.

Gubernur Mirza menegaskan, pengelolaan APBD harus dilakukan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Pemerintah daerah akan mengutamakan kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan publik, serta kemajuan sosial dan ekonomi daerah sesuai dengan kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung.(***)

Share:

Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Atasi Persoalan Ketenagakerjaan melalui FKLPID




 BANDARLAMPUNG ----- Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia industri, lembaga pelatihan, dan dunia pendidikan dalam menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan di daerah melalui pembentukan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Lampung.

Pembentukan FKLPID tersebut dibahas dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (11/9/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, persoalan ketenagakerjaan di Lampung tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan dunia industri.

Menurutnya, perkembangan teknologi, digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan otomatisasi turut memengaruhi kebutuhan tenaga kerja. Kondisi tersebut membutuhkan penyesuaian kompetensi agar tenaga kerja dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

"FKLPID diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan di Provinsi Lampung," ujar Gubernur Mirza. 

Ia mengatakan, tantangan ketenagakerjaan di Lampung antara lain berkaitan dengan jumlah lulusan yang memasuki pasar kerja setiap tahun. Karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi dan perluasan kesempatan kerja sesuai kebutuhan dunia industri.

Menurut Gubernur, penguatan kompetensi tenaga kerja perlu dilakukan bersamaan dengan upaya membuka peluang kerja, termasuk dengan memanfaatkan kesempatan kerja di luar daerah maupun pasar kerja global.

Mirza juga menyampaikan bahwa Lampung memiliki potensi pengembangan industri berbasis pengolahan komoditas. Ketersediaan bahan baku dari sektor pertanian dan perkebunan dapat menjadi salah satu dasar dalam memetakan potensi industri sekaligus kebutuhan tenaga kerja.

Selain pasar kerja dalam negeri, Pemprov Lampung juga mendorong kesiapan tenaga kerja untuk memasuki pasar kerja global. 

Sejumlah negara, seperti Jepang dinilai memiliki kebutuhan terhadap tenaga kerja dari luar negeri.

Namun, untuk memanfaatkan peluang tersebut, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dipersiapkan, seperti kemampuan bahasa, kompetensi, dan sertifikasi.

Gubernur Mirza berharap FKLPID dapat membantu mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan kendala tersebut melalui kerja sama antara lembaga pelatihan, dunia industri, lembaga pendidikan, pemerintah, dan pihak terkait lainnya.

FKLPID diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi untuk memetakan kebutuhan industri, menyelaraskan program pelatihan, meningkatkan kompetensi dan sertifikasi tenaga kerja, serta memperkuat penempatan kerja.

Forum tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan antara lembaga pelatihan dan dunia industri, termasuk melalui program magang dan pengembangan kompetensi.

Pemprov Lampung berharap keberadaan FKLPID dapat memperkuat kolaborasi antarpihak dalam menjawab kebutuhan ketenagakerjaan serta mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangan dunia kerja.

Share:

Gubernur Mirza Tekankan Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan Berbasis Kedaulatan Ekonomi

 

BANDAR LAMPUNG(Utusan Andalas) ----- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya generasi muda memahami substansi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai landasan dalam membangun kepemimpinan yang berpihak pada kepentingan dan kemakmuran rakyat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat menjadi narasumber dalam Stadium General Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL) dengan tema “Regenerasi Kepemimpinan dalam Menelaah Substansi Pasal 33 UUD 1945: Mengembalikan Kedaulatan Ekonomi dan Kemakmuran Rakyat" di Auditorium Pascasarjana UBL, Jum'at (11/9/2026).

Di hadapan mahasiswa, Gubernur Mirza mengajak generasi muda melihat Pasal 33 UUD 1945 tidak sekadar sebagai ketentuan konstitusional, tetapi sebagai fondasi pemikiran para pendiri bangsa dalam memastikan kekayaan Indonesia dikelola untuk kepentingan rakyat.

Menurutnya, semangat tersebut tidak dapat dilepaskan dari pengalaman panjang bangsa Indonesia menghadapi kolonialisasi dan eksploitasi ekonomi.

Karena itu, kemerdekaan Indonesia harus dimaknai sebagai upaya memastikan tidak terjadi kembali penguasaan sumber daya yang merugikan masyarakat.

“Pendiri bangsa kita mendirikan negara dan membuat undang-undang tujuannya satu: jangan sampai terjadi lagi kejadian kita dijajah seperti dulu lagi,” ujarnya.

Gubernur Mirza menjelaskan bahwa semangat tersebut kemudian tercermin dalam tujuan negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, termasuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam konteks ekonomi, Gubernur Mirza menyoroti Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian berdasarkan asas kebersamaan serta menegaskan penguasaan negara atas cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.

Ia menilai pemahaman terhadap substansi tersebut penting bagi setiap pemimpin, mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

“Seorang pemimpin di Indonesia mulai dari presiden, gubernur, sampai kepala desa harus punya wawasan itu: bagaimana mengelola kekayaan,” tegasnya.

Gubernur Mirza kemudian mengajak mahasiswa melihat potensi ekonomi Lampung secara lebih dekat.

Menurutnya, meskipun Lampung bukan daerah yang kaya akan mineral seperti batu bara, minyak, atau emas, provinsi ini memiliki kekuatan utama pada sektor pangan dan pertanian.

Lampung memiliki berbagai komoditas unggulan, mulai dari padi, jagung, singkong, nanas, pisang, lada, tebu, kopi, karet, kelapa, kakao hingga kelapa sawit. Selain itu, potensi peternakan dan perikanan juga menjadi bagian penting dari kekuatan ekonomi daerah.

“Kekayaan kita adalah pangan. Dan kita ternyata gudangnya pangan,” katanya.

Gubernur Mirza menyebut produksi sejumlah komoditas Lampung memiliki surplus yang besar. Namun, persoalan yang perlu diselesaikan bukan hanya kemampuan memproduksi, melainkan bagaimana tata kelola dan tata niaga memastikan nilai ekonomi dari komoditas tersebut kembali kepada masyarakat, khususnya petani.

Ia menilai selama ini terdapat persoalan ketika desa sebagai penghasil komoditas hanya memperoleh sebagian kecil dari nilai ekonomi, sementara nilai tambah lebih banyak dinikmati di perkotaan.

Kondisi tersebut, menurutnya, antara lain dipengaruhi oleh kebiasaan menjual bahan mentah, lemahnya daya tawar petani, serta praktik bisnis yang membuat posisi petani tidak cukup kuat dalam rantai perdagangan.

“Rumah tangga desa menghasilkan komoditas, nilai tambahnya banyak dinikmati di kota,” ujarnya.

Karena itu, Gubernur Mirza menempatkan hilirisasi sebagai salah satu agenda penting dalam pembangunan ekonomi Lampung.

Ia menyebut masih banyak komoditas Lampung yang dikirim keluar daerah dalam bentuk bahan mentah.

Kopi menjadi salah satu contoh yang disorot, karena sebagian besar produksinya masih diekspor tanpa melalui proses pengolahan yang menghasilkan nilai tambah lebih besar di daerah.

Menurutnya, potensi hilirisasi tersebut membutuhkan keterlibatan dunia usaha, UMKM, perguruan tinggi, serta generasi muda yang memiliki kemampuan teknologi dan inovasi.

“Ke depan intinya Lampung akan membuat hilirisasi dan kita butuh SDM. Teknologinya sudah ada. Yang butuh SDM dan inovasi dan komoditasnya,” jelasnya.

Gubernur Mirza menilai mahasiswa, khususnya generasi muda di perguruan tinggi, memiliki posisi strategis dalam menjawab kebutuhan tersebut.

Mereka diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan inovasi dan mengembangkan teknologi untuk mengolah potensi ekonomi yang ada di daerah.

Sejalan dengan agenda hilirisasi, Gubernur Mirza menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi perhatian penting Pemerintah Provinsi Lampung.

Ia memaparkan sejumlah agenda pendidikan yang diarahkan untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas SDM Lampung, termasuk pembebasan uang komite, pencegahan putus sekolah, program Lampung Mengajar, penguatan pendidikan bagi siswa dari wilayah tertinggal, serta pengembangan kelas vokasi yang diarahkan untuk menyiapkan siswa menghadapi peluang kerja internasional.

Selain itu, Pemprov Lampung juga menyiapkan program satu desa satu sarjana sebagai bagian dari upaya memastikan setiap desa memiliki sumber daya manusia berpendidikan tinggi yang dapat kembali dan berkontribusi bagi pembangunan di daerah asalnya.

“Kami biayai satu desa satu sarjana,” ungkapnya.

Menurutnya, keberadaan sarjana di desa diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pendidikan, tetapi menjadi kekuatan baru untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, termasuk melakukan inovasi dan hilirisasi komoditas.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga mengingatkan mahasiswa Fakultas Hukum UBL bahwa pemahaman hukum harus diikuti dengan kemampuan melihat tujuan dan manfaat dari sebuah kebijakan.

Ia mendorong calon-calon pemimpin masa depan untuk memiliki keberanian mempertahankan kepentingan umum ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan.

“Kalau kalian nanti di satu tempat, satu titik, akan banyak ujian dan godaan-godaan. Pilih 350.000 orang atau 10 orang? Pilih 5 orang atau 200.000 orang? Milihnya begitu saja, gampang,” ujarnya.

Menurutnya, keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas merupakan bagian penting dari karakter seorang negarawan dimana pemimpin harus mampu memahami siapa yang paling banyak menerima manfaat dari sebuah kebijakan, sekaligus memastikan pengelolaan sumber daya tidak menciptakan ketimpangan.

Ia mencontohkan kebijakan terkait gabah dan ubi kayu di Lampung yang menurutnya membutuhkan intervensi pemerintah untuk memperbaiki tata niaga dan menjaga agar nilai ekonomi komoditas tetap memberikan manfaat bagi masyarakat daerah.

Gubernur Mirza menegaskan, kebijakan pemerintah tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar keuntungan negara, melainkan menjalankan amanat konstitusi untuk melindungi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan umum.

Menutup paparannya, Gubernur Mirza mengajak mahasiswa menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan dan perubahan ekonomi Indonesia.

Ia menekankan bahwa generasi muda saat ini merupakan kelompok yang akan menikmati hasil pembangunan menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, mereka perlu memiliki pemahaman konstitusi yang kuat, wawasan luas, kemampuan analisis, serta keberanian mempertahankan kepentingan umum.

“Intinya, kedaulatan atas sumber daya, kemampuan mengolah, pemerataan manfaat, dan tujuannya itu untuk kemakmuran rakyat,” ungkapnya.

Gubernur Mirza menegaskan bahwa kekayaan alam harus dikelola oleh pihak yang tepat, menghasilkan nilai tambah di dalam negeri, dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Mari kita sama-sama desain perubahan. Indonesia Emas itu kalian yang menikmati, bukan saya. Mendesainnya itu saya hanya membuka jalan, desainnya kita desain sama-sama,” pungkasnya.(*)

Share:

arget 160 SMA/SMK/MA Raih Adiwiyata 2026-2030 DLH Lampung,Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan

 

ANDAR LAMPUNG (UTUSAN ANDALAS)– Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung menargetkan 160 sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA sederajat di Provinsi Lampung berstatus Adiwiyata pada periode 2026-2030.

Target tersebut disampaikan Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Provinsi Lampung, Wawan Sah, saat menerima kunjungan silaturahmi SMA N 1 Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, di Kantor DLH Provinsi Lampung, Jumat (11/9/2026).

“PROGRAM ADIWIYATA adalah upaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup di sekolah melalui gerakan peduli dan perilaku ramah lingkungan dalam mewujudkan sekolah berbudaya lingkungan,” jelas Wawan yang mewakili Kepala DLH Provinsi Lampung.

Wawan menambahkan, Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal sangat konsen terhadap upaya menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu implementasinya adalah melalui Program Sekolah Adiwiyata.

“Kami dengan senang hati menerima kunjungan silaturahmi dari SMA N 1 Dente Teladas. Mudah-mudahan upaya mewujudkan Sekolah Adiwiyata bisa terpenuhi dari aspek kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah, keanekaragaman hayati, penghematan dan konservasi air, serta penghematan dan konservasi energi,” ujarnya.

Menurut Wawan, hingga saat ini sudah 54 sekolah di Lampung yang telah melakukan registrasi  Sekolah Adiwiyata. Ke depan, DLH Provinsi Lampung akan mengagendakan kunjungan pembinaan dan supervisi ke sekolah-sekolah yang telah mendaftar program tersebut.

Dasar Hukum dan Mekanisme Penilaian Pelaksanaan Program Adiwiyata  yakni Permen Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata;  dan Kepmen LH/BPLH RI Nomor 1316 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Program Adiwiyata.

Wawan juga menegaskan bahwa seluruh mekanisme pengusulan dan penilaian Program Adiwiyata saat ini telah terintegrasi secara digital.

“Seluruh proses pengusulan dan penilaian dilakukan melalui Sistem Informasi Adiwiyata atau SIDIA. Jadi lebih transparan dan terukur,” pungkasnya.

Share:

Kamis, 03 September 2026

Wagub Jihan Dorong Pemenuhan Hak-Hak Veteran di Lampung

 Wagub Jihan Dorong Pemenuhan Hak-Hak Veteran di Lampung


BANDARLAMPUNG (Utusan Andalas)– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mendorong pemenuhan hak-hak veteran di Lampung, termasuk melalui pembenahan data dan penguatan dukungan terhadap kebutuhan serta kegiatan veteran.

Hal tersebut disampaikan Jihan saat menerima Kepala Pusat Veteran Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan bersama perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di ruang kerja Wakil Gubernur Lampung, Rabu (2/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Perwakilan LVRI menyampaikan perlunya pembenahan data veteran agar tidak ada yang terlewat dari berbagai program yang tersedia. Data tersebut perlu disesuaikan dengan data pada instansi terkait sehingga kondisi di lapangan dapat menjadi dasar dalam pemberian program dan bantuan.

Menanggapi hal itu, Jihan meminta perangkat daerah terkait untuk bersama-sama LVRI merapikan dan menyinkronkan data veteran di Lampung.

“Data veteran perlu kita rapikan dan sinkronkan. Jangan sampai ada yang belum terdata sehingga tidak terjangkau program yang tersedia,” ujar Jihan.

LVRI juga menyampaikan sejumlah hak veteran yang perlu diperhatikan, seperti keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), kepesertaan BPJS melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), serta potongan tarif transportasi bagi veteran yang memiliki kartu anggota.

Jihan mengatakan Pemprov Lampung akan membantu mengupayakan pemenuhan hak tersebut.

“Pengabdian veteran kepada negara harus kita hargai. Hak-hak mereka juga perlu kita perhatikan dan kita tindak lanjuti,” kata Jihan.

Untuk BPJS melalui skema PBI, Pemprov Lampung akan melihat veteran yang memenuhi ketentuan untuk dapat masuk dalam program tersebut. Sementara untuk keringanan PBB, Jihan menyebut kebijakannya berada di pemerintah kabupaten/kota.

LVRI kemudian menyampaikan kendala dalam menjalankan kegiatan JSN45, terutama dari sisi dukungan operasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengenalkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda melalui sosialisasi di sekolah dan perguruan tinggi.

Jihan menyatakan dukungan terhadap kegiatan tersebut akan diperkuat bersama perangkat daerah terkait.

“JSN45 akan kita dukung. Nanti kita koordinasikan dengan perangkat daerah terkait supaya kegiatannya bisa terus berjalan,” ujar Jihan.

Jihan juga menilai pengalaman para veteran masih penting bagi generasi muda dan pembangunan Lampung.

“Pengalaman dan nilai perjuangan para veteran masih dibutuhkan. Kami tetap membuka ruang untuk bekerja sama dengan LVRI,” ujar Jihan.

Pemprov Lampung akan menindaklanjuti berbagai masukan tersebut bersama LVRI dan perangkat daerah terkait, terutama untuk merapikan data veteran, memperluas akses terhadap hak yang tersedia, serta mendukung kegiatan yang menjaga nilai-nilai perjuangan veteran tetap dikenal oleh generasi muda. (Alung)

Share:

Sekdaprov Lampung Minta Biro Adbang Perkuat Analisis dan Pengawalan Program Pembangunan

 Sekdaprov Lampung Minta Biro Adbang Perkuat Analisis dan Pengawalan Program Pembangunan


Bandar Lampung (Utusan Andalas)— Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan meminta Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Provinsi Lampung tidak hanya berfokus pada pencatatan dan pelaporan realisasi fisik serta keuangan, tetapi juga memperkuat analisis dan pengawalan pelaksanaan program pembangunan hingga memberikan manfaat kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin rapat koordinasi bersama Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Lampung Haris Kadarusman beserta jajaran di Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (2/9/2026).

Sekdaprov Marindo mengatakan Biro Adbang memiliki peran penting dalam mengawal tata kelola pembangunan di Provinsi Lampung.  Fungsi tersebut harus dikembangkan dari sekadar mencatat realisasi menjadi pengawalan program hingga membawa manfaat bagi masyarakat.

"Biro Adbang bukan hanya mencatat dan melaporkan progres realisasi fisik, tetapi memastikan dan mengawal pembangunan sampai selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Marindo.

Ia meminta Biro Adbang berkoordinasi dengan Bappeda, Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), serta organisasi perangkat daerah (OPD) dan satuan kerja terkait untuk memastikan program-program pemerintah mencapai target hingga terealisasi di lapangan.

Selain itu, Marindo mendorong Biro Adbang menjadi pusat informasi bagi jajaran eksekutif, khususnya terkait perkembangan program prioritas Gubernur Lampung.

Menurutnya, pimpinan membutuhkan laporan yang tidak hanya memuat angka realisasi, tetapi juga memberikan gambaran mengenai capaian program di setiap lokasi serta analisis terhadap pelaksanaannya.

Marindo juga menyoroti pemanfaatan aplikasi Sistem Informasi Terpadu Administrasi Pembangunan (Si Tapis) yang sebelumnya telah digunakan Biro Adbang untuk memantau progres pembangunan.

Ia meminta aplikasi tersebut terus dioptimalkan sebagai alat bantu pemantauan yang dapat menyajikan perkembangan realisasi fisik dan keuangan secara lebih mudah bagi pimpinan.

"Si Tapis itu alat bantu. Namun, cara berpikir digital tetap manusia yang bekerja. Si Tapis yang sudah ada ini tinggal dikembangkan dengan menambahkan analisis-analisis," jelasnya.

Marindo juga meminta jajaran fungsional Biro Adbang mengalokasikan waktu untuk melakukan analisis terhadap progres dan capaian pembangunan. Hasil analisis tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Kepala Biro Adbang untuk diteruskan kepada Sekretaris Daerah dan Gubernur Lampung.

Selain penguatan fungsi analisis, Marindo meminta Biro Adbang turut mengawal program strategis dan program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya khususnya program DesaKu Maju.

Program tersebut, jelasnya, diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi desa melalui pertanian, hilirisasi hasil produksi, peningkatan kompetensi masyarakat.

Menurut Marindo, pengembangan tersebut harus dikawal secara menyeluruh agar program pembangunan tidak berhenti pada angka realisasi, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Alung)

Share:

Karang Taruna Provinsi Lampung menggandeng OJK, Bank Lampung, BEI dan Bank Indonesia Lampung untuk memperkuat ekonomi pemuda desa melalui Program Siger Taruna Preneur

 

 Bandar lampung (Utusan Andalas) Karang Taruna Provinsi Lampung menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Lampung, Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bank Indonesia Lampung untuk memperkuat ekonomi pemuda desa melalui Program Siger Taruna Preneur.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Gedung Pusiban Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 3 September 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan, Ketua Karang Taruna Lampung Wahrul Fauzi Silalahi, Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy, perwakilan Bank Lampung, serta sejumlah stakeholder terkait.

Wahrul mengatakan, program tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi Karang Taruna hingga tingkat desa.

Menurutnya, melalui kerja sama tersebut disiapkan dukungan pembiayaan hingga Rp30 miliar untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang dikelola pemuda Karang Taruna.

"Kita memfasilitasi Karang Taruna di tingkat desa untuk pertama melek literasi keuangan, kemudian memperkuat mereka untuk membantu dalam entrepreneur. Kemudian kita sudah MOU, target kita ini Rp30 miliar akan kita gelontorkan untuk support gerakan ekonomi UMKM yang ada di tingkat Karang Taruna," ujar Wahrul.

Ia menilai dukungan tersebut menjadi angin segar bagi pemuda desa untuk membangun kekuatan ekonomi secara kolektif dan mandiri.

Wahrul menambahkan, selain dukungan modal dari Bank Lampung, terdapat pula peluang dukungan melalui program corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perbankan untuk pengembangan UMKM.

"Harapan kita dengan kegiatan ini semangat Karang Taruna di desa, ekonominya, entrepreneurnya semakin berkembang, sehingga mereka punya kekuatan kolektif ekonomi sendiri yang bisa mandiri yang lebih kuat dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sosialnya. Jadi, kalau Karang Taruna desa ekonominya kuat, sosialnya kuat," katanya.

Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat literasi keuangan di kalangan pemuda. Hal ini dinilai penting di tengah maraknya pinjaman online ilegal, judi online, dan investasi bodong yang menyasar generasi muda.

"Nah, makanya dengan literasi keuangan ini, pemahaman soal Karang Taruna akan menyampaikan ke desa-desa nanti soal bagaimana pemahaman pengelolaan uang yang baik, menggunakan uang yang baik, menyimpan uang yang baik, melaksanakan pengelolaan uang yang baik," jelas Wahrul.

Sementara itu, Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan mengatakan, Program Siger Taruna Preneur dirancang untuk menjadikan potensi desa sebagai bagian penting dari ekosistem pembangunan ekonomi Lampung.

Marindo mendorong pemuda desa tidak hanya menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu menciptakan nilai tambah melalui pengolahan, pengemasan, dan pemasaran.

"Usaha-usaha baru tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar karena saya percaya usaha besar seringkali lahir dari keberanian memulai sesuatu yang kecil," ujar Marindo.

Ia mencontohkan komoditas kopi dan kakao yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

"Yang kita miliki di desa sebenarnya luar biasa. Kita harus mendorong pemuda desa untuk menciptakan nilai tambah. Kopi jangan hanya dijual sebagai biji, kakao jangan hanya dijual sebagai bahan baku. Jangan hanya dijual sebagai hasil panen. Potensi desa harus diolah, dikemas, dipasarkan, dan kalau memungkinkan menembus pasar yang lebih luas," jelasnya.

Menurut Marindo, semakin besar nilai tambah yang diciptakan di daerah, semakin besar pula manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia juga meminta program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan atau pembagian sertifikat, tetapi harus diukur melalui dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

"Karena itu, tegaskan pada ini bukan berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, bukan lewat pada sertifikat yang dibagikan, tetapi berapa banyak pemuda yang benar-benar naik kelas? Berapa banyak usaha baru yang lahir? Berapa banyak produk desa yang berhasil masuk pasar yang lebih luas dan yang paling penting berapa banyak lapangan pekerjaan yang tercipta di desa," tegasnya.

Marindo berharap pemuda Karang Taruna memanfaatkan fasilitas pelatihan, akses permodalan, pendampingan, literasi pasar modal, serta berbagai program yang disiapkan OJK, Bank Indonesia, Bank Lampung, dan mitra lainnya.

"Para pemuda yang saya cintai, saya sangat bangga dengan terobosan-terobosan yang disepakati pada hari ini, mulai dari integrasi akses permodalan dan anggaran, literasi pasar modal dan perang melawan judi online hingga pembuatan sektor usaha desa," katanya.

Ia juga meminta para bupati dan wali kota bersama mitra pembangunan serta dunia industri untuk mengawal dan mensinergikan program pembangunan daerah dengan jaringan Siger Taruna Preneur di 15 kabupaten/kota.

"Ekonomi Lampung ada di tangan kalian yang berani berinovasi, bekerja keras, dan menjaga integritas," pungkas Marindo

Share:

Sekdaprov Marindo Buka Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Dorong Wirausaha Muda Desa


Sekdaprov Marindo Buka Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan OJK, Dorong Wirausaha Muda Desa



Bandar Lampung  (Utusan Andalas)---- Sekdaprov Lampung, Dr.H. Marindo Kurniawan membuka acara Literasi dan Inklusi Keuangan serta launching Nota Kesepahaman (MoU) Program Siger Taruna Preneur yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, di Gedung Pusiban, Kamis (3/9/2026).

Kehadiran Sekdaprov Marindo Kurniawan dalam kegiatan ini dalam kapasitas mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal. 

Kegiatan strategis ini diinisiasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung dan Karang Taruna Provinsi Lampung guna mencetak wirausaha muda perdesaan yang mandiri dan berdaya saing.




​Membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung, Sekdaprov Marindo Kurniawan mengatakan bahwa kekuatan terbesar Provinsi Lampung tidak hanya bertumpu pada tanah yang subur maupun komoditas unggulan alam, melainkan pada keunggulan sumber daya manusianya, khususnya generasi muda desa.


​"Hari ini kita sedang menanam sebuah harapan. Harapan bahwa anak-anak muda di desa tidak hanya menjadi penonton dari perkembangan ekonomi, tapi juga menjadi pelaku utama yang menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan, mengembangkan potensi daerah, dan membangun masa depan desanya sendiri," tegasnya. 


​Pemerintah Provinsi Lampung memandang Program Siger Tarunapreneur selaras penuh dengan arah pembangunan daerah dan program Desa Maju, terutama dalam mendorong hilirisasi komoditas lokal langsung dari tingkat akar rumput.


​"Kita harus mendorong pemuda desa untuk menciptakan nilai tambah. Kopi jangan hanya dijual sebagai biji, kakao jangan hanya dijual sebagai bahan baku, singkong jangan hanya dijual sebagai hasil panen. Potensi desa harus diolah, dikemas, diberi merek, dipasarkan, dan kalau memungkinkan menembus pasar yang lebih luas," lanjutnya.




Sekdaprov ​Marindo menegaskan, indikator keberhasilan agenda pemberdayaan ini tidak dinilai dari rutinitas seremonial belaka. 


"Ukuran keberhasilan program ini bukan berapa banyak kegiatan yang dilaksanakan, bukan berapa banyak sertifikat yang dibagikan, tetapi berapa banyak pemuda yang benar-benar naik kelas. Berapa banyak usaha baru yang lahir dan berapa banyak usaha yang mampu bertahan dan berkembang," ujatnya.


​Senada dengan hal tersebut, Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, menyampaikan bahwa Siger Tarunapreneur merupakan langkah konkret Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama industri perbankan dan pasar modal untuk mendampingi pemuda desa secara berkesinambungan hingga berstatus bankable dan scalable.

ADVERTISEMENT

​"Program ini berfokus menjadikan Karang Taruna di seluruh Provinsi Lampung sebagai wadah pemberdayaan dan penciptaan entrepreneur muda di desa melalui literasi keuangan, pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi, dan akses pasar. Tema yang kita angkat adalah 'Karang Taruna Desa Berdaya, Entrepreneur Muda Berkarya'. Kami ingin pemuda desa memahami industri jasa keuangan formal, cerdas mengelola permodalan, serta menjadi duta edukasi untuk membentengi warga dari bahaya jeratan pinjaman online ilegal dan judi online," terang Otto.




​Sementara itu, Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyatakan komitmen penuh jajarannya hingga tingkat pekon dan desa untuk menjadi benteng kemandirian ekonomi masyarakat.


​"Langkah kolaboratif ini menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya di tingkat pekon, di tingkat desa, di seluruh penjuru Bumi Ruwa Jurai. Melalui integrasi program ini, pemuda desa tidak boleh lagi terisolasi dari akses ekonomi modern. Karang Taruna siap menjadi agen perubahan, jembatan edukasi keuangan, dan wadah inkubasi usaha desa demi mewujudkan Desa Maju dan Lampung Sejahtera," ujar Wahrul.


​Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) dengan Pengurus Karang Taruna Provinsi Lampung terkait integrasi Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kartu ATM dan penetapan pemuda Karang Taruna sebagai agen Laku Pandai. Selain itu, ditandatangani pula MoU antara Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung dengan Karang Taruna Provinsi Lampung terkait literasi pasar modal.


​Rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan rekening investasi saham BEI secara simbolis oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan didampingi Kepala OJK Lampung Otto Fitriandy dan Ketua Karang Taruna Lampung Wahrul Fauzi Silalahi kepada perwakilan pemuda perdesaan.(Alung)

Share:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Kapolres Pesawaran Tegaskan Komitmen Tanpa Kompromi Berantas Peredaran Narkoba di Bumi Andan Jejama

   Pesawaran, (Utusan Andalas) – Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran menegaskan komitmen serta langkah nyatanya dalam memberantas seluruh ja...

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini