Tampilkan postingan dengan label Lampung Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung Selatan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 September 2026

Menko Pangan Zulkifli Hasan Sebut mulai Oktober 2026 Warga usia 17 tahun dibukakan rekening

 



Lampung Selatan(Utusan Andalas) Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemerintah mulai Oktober 2026, membuka rekening baru bagi seluruh masyarakat Indonesia berusia 17 tahun ke atas sebagai sarana penyaluran berbagai bantuan pemerintah.

“Mulai Oktober seluruh rakyat Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening baru di BRI. Dimodali Rp50 ribu. Semua bantuan nanti ke situ, beasiswa, bantuan pangan, bantuan tunai, PKH, segala macam,” kata Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, Jumat.

Ia mengatakan pembukaan rekening tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menerima berbagai program bantuan pemerintah sekaligus mendukung penyaluran bantuan secara lebih terarah.

Menurut dia, pemerintah juga menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan dalam bentuk barang melalui koperasi desa.

“Kalau barang di Kopdes. Beras, jagung, alsintan, bungkuk nanti di koperasi desa. Mudah-mudahan Oktober sudah berjalan,” ujarnya.

Zulkifli menjelaskan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem penyaluran bantuan kepada masyarakat agar dapat dilakukan melalui saluran yang lebih terintegrasi.

Dengan adanya rekening bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas, berbagai bantuan pemerintah, baik bantuan sosial maupun program dukungan lainnya, diharapkan dapat disalurkan secara lebih mudah dan tepat sasaran.

Sementara untuk bantuan dalam bentuk barang, pemerintah mendorong pemanfaatan koperasi desa sebagai titik penyaluran, sehingga masyarakat dapat mengakses kebutuhan maupun dukungan program pemerintah melalui kelembagaan ekonomi di tingkat desa.(Radinal Hidayat)

Share:

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Terhalang Hujan Abu Anak Krakatau

 

Lampung Selatan (Utusan Andalas)Memasuki hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan Lampung kembali memperluas wilayah penyisiran untuk menemukan lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. 

Namun, upaya penyelamatan kali ini dihadapkan pada kendala cuaca ekstrem dan aktivitas vulkanik yang kian memburuk. 

Gumpalan hujan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mengguyur kawasan perairan, membuat jarak pandang (visibility) petugas di atas kapal menjadi sangat terbatas. 

Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezi Kuswara mengatakan, meskipun dihadapkan pada ancaman erupsi dan keterbatasan visibilitas, seluruh unsur SAR tetap berjuang menyisir perairan demi menemukan keberadaan para jurnalis.

"Pencarian tetap dilanjutkan secara optimal. Namun, kami terus mengevaluasi perkembangan cuaca, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, serta utamanya memperhitungkan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan," ujar Rezi Kuswara, Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan pemetaan terbaru, Tim SAR Gabungan memfokuskan pencarian di Sektor C dan D dengan cakupan area penyisiran yang sangat luas, yakni mencapai 585 mil laut persegi.

Dua armada perahu karet berlambung keras (Rigid Inflatable Boat/RIB) beserta kapal penyelamat utama KN SAR Basudewa dikerahkan penuh ke titik-titik koordinat sasaran. Kendati demikian, paparan abu vulkanik tebal yang turun di sekitar lokasi operasi membuat pandangan mata tim penyelamat menjadi sangat terbatas. 

Jarak pandang petugas di lapangan tercatat hanya berkisar antara 10 hingga 20 meter saja. Kondisi ini menuntut nakhoda dan seluruh personel bergerak ekstra hati-hati guna menghindari bahaya tubrukan mau pun kendala teknis navigasi di tengah lautan.

Share:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Kapolres Pesawaran Tegaskan Komitmen Tanpa Kompromi Berantas Peredaran Narkoba di Bumi Andan Jejama

   Pesawaran, (Utusan Andalas) – Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran menegaskan komitmen serta langkah nyatanya dalam memberantas seluruh ja...

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini