Tampilkan postingan dengan label SMSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMSI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 September 2026

Jefri Arifin Kembali Pimpin SMSI Bandar Lampung, 33 Suara Jadi Modal Perkuat Solidaritas


 


Bandar Lampung (Utusan Andalas)- Jefri Arifin kembali memimpin Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bandar Lampung periode 2026–2029. Ia memperoleh 33 suara dalam Musyawarah Kota (Muskot) I SMSI Bandar Lampung di Ballroom Hotel Asoka Lampung, Kamis, 24 September 2026.


Jefri mengungguli Syahrudin alias Udin yang memperoleh 7 suara. Satu suara dinyatakan abstain.


Pemilihan tersebut diikuti 41 dari total 47 anggota yang memiliki hak suara. Jumlah peserta yang hadir memenuhi kuorum sebagaimana ketentuan organisasi, yakni 50 persen ditambah satu suara.



Hasil pemungutan suara itu sekaligus memperluas kepemimpinan Jefri di organisasi yang diajukan kepada pengusaha media siber di Kota Bandar Lampung.


Setelah hasil pemilihan ditetapkan, Ketua SMSI Provinsi Lampung Donny Irawan mengukuhkan Jefri sebagai ketua terpilih. Jefri selanjutnya diminta menyusun kepengurusan baru paling lambat 30 hari.


Muskot I SMSI Bandar Lampung mengusung tema “Perkuat Solidaritas, Wujudkan SMSI Kota Bandar Lampung yang Profesional, Inovatif, dan Berkelanjutan”.


Namun, pemilihan ketua bukan satu-satunya pesan yang mengemuka dalam forum tersebut. Donny justru menekankan pentingnya menjaga kebersamaan sekaligus integritas para pengusaha media.


Menurut Donny, organisasi tidak akan berjalan maksimal jika hanya bertumpu pada ketua tanpa dukungan anggota dan pengurus.


“Besarnya kita, besarnya ketua tanpa dukungan daripada anggota, tanpa dukungan dari pengurus yang ada itu enggak akan maksimal,” kata Donny saat membuka Muskot.


Ia mengajak anggota SMSI untuk membangun organisasi secara bersama-sama dan tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai penghalang kerja kolektif.


“Berarti kita harus bergotong royong, maju bersama, berlayar bersama, jangan saling meninggalkan,” ujarnya.


Donny juga meminta setiap anggota mampu mengukur kapasitas dirinya ketika menentukan arah kepemimpinan organisasi.


“Dengan penuh kesadaran mengukur baju, mengukur kapasitas kita. 'Oh, teman kita lebih layak.' Jangan memaksakan diri kita untuk maju. Biarlah kita mendukung,” kata dia.


Pesan Donny kemudian beralih pada persoalan yang lebih sensitif: etika pengelolaan perusahaan pers.


Ia mengingatkan bahwa para anggota SMSI tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik, tetapi juga memimpin perusahaan media sebagai pengusaha atau CEO.


“Identitas kita adalah CEO. Tanamkan itu,” ujar Donny.


Oleh karena itu, ia meminta pengelola media menjaga martabat industri dan tidak menggunakan media untuk kepentingan yang dapat merusak kepercayaan masyarakat.


Donny secara terbuka menyinggung praktik seperti “86”, pemerasan, hingga pemberitaan yang tidak wajar.


“Banyak teman-teman yang berpikirnya singkat tetapi menjatuhkan kapasitas dirinya dengan cara-cara yang tidak elegan. Melakukan '86', pemerasan, pemberitaan yang tidak wajar, nekan-nekan,” katanya.


Ia menyatakan integritas menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap media perusahaan.


“Karena integritas kita adalah kepercayaan,” ujar Donny.


Sebelum pemungutan suara, proses penjaringan calon ketua dilakukan oleh tim yang dipimpin Deta Citrawan.


Dari delapan orang yang sempat mendaftar, hanya dua kandidat yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi, yakni Jefri Arifin dan Syahrudin.


“Sejauh ini ada delapan pendaftar. Namun, yang serius dan melengkapi persyaratan administrasi hanya dua orang, yaitu Syahrudin dan Jefri Arifin,” kata Deta.


Kedua kandidat kemudian menyampaikan visi dan misi sebagai bagian dari proses pemilihan.


Dari sisi tata tertib, Ketua Harian SMSI Provinsi Lampung Fajar Arifin yang bertindak sebagai ketua pimpinan sidang memastikan seluruh tahapan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi SMSI.


Pimpinan sidang bersama Deta Citrawan dan Ruslan AS mengawal tahapan pleno, mulai dari verifikasi peserta hingga pengesahan berita acara.


Ketentuan organisasi juga mengatur pemungutan suara apabila musyawarah mufakat tidak tercapai.


Setelah kembali terpilih, Jefri menyampaikan terima kasih kepada anggota yang memberikan kepercayaannya.


Ia meminta anggota meningkatkan partisipasinya dalam menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2029.


“Semoga ke depan kita bisa lebih baik lagi dan lebih kompak lagi,” kata Jefri.


Jefri juga menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat hubungan antarpengurus dan anggota. Salah satunya adalah kegiatan bersama yang direncanakan digelar bulan depan.


“Insyaallah bulan depan kita akan agendakan kumpul keluarga,” ujarnya.


Selain memperbanyak kegiatan organisasi, Jefri berharap lebih aktif dalam membangun SMSI Bandar Lampung.


“Ke depan berharap kita kerja sama lebih baik lagi, lebih kompak lagi, dan saya mohon keaktifannya pada kawan-kawan semua biar SMSI bisa lebih besar dari yang saat ini,” kata dia.


Kepemimpinan Jefri untuk periode 2026–2029 selanjutnya akan memasuki tahap penyusunan struktur kepengurusan baru. Batas waktu penyusunan ditetapkan paling lambat 30 hari setelah pengukuhan. (*)

Share:

Rabu, 23 September 2026

SMSI Lampung Raih Anugerah Unila Be Strong 2026 dari Rektor Unila


 


BANDARLAMPUNG(utusan and1alas/Smsi) – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung kembali meraih anugerah atau penghargaan sebagai mitra organisasi media dari Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM, ASEAN Eng. Penghargaan diberikan pada malam Dies Natalis ke 61 Tahun Universitas Lampung di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), Selasa (22/9/2026) malam. 


Acara malam Anugerah Unila Be Strong 2026 tersebut bertemakan 61 Tahun Berkarya, Bersinergi Menjadi Pusat Inovasi Berdampak, Unila Hadir Untuk Lampung, Indonesia dan Dunia.


Penghargaan diserahkan oleh Rektor Unila, Prof.Dr.Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM, ASEAN Eng diterima Sekretaris SMSI Lampung, H. Senen, SIKom. Selain SMSI, ada organisasi media massa lain yang mendapat anugerah dari Rektor Unila yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO).



Selain kategori organisasi media, Rektor Unila juga memberikan penghargaan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten/Kota, sejumlah perusahaan swasta, BUMN. Serta institusi di internal Unila mulai dari dekan, fakultas hingga petugas kebersihan di lingkungan Unila.


Ketua SMSI Lampung, Donny Irawan, SE mengucapkan terima kasih kepada Rektor Unila atas anugerah yang diberikan kepada SMSI. Atas anugerah ini, semoga ke depan dapat meningkatkan hubungan kemitraan antara Unila dan SMSI sehingga sinergi antara kedua pihak dapat terjalin untuk kemajuan pendidikan di Provinsi Lampung.


Acara prestisius ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, DEA, IPM., ASEAN Eng., bersama Ketua Senat Unila, Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd. beserta jajaran Anggota Senat, dan para mantan Rektor Unila terdahulu. Dari unsur pemerintahan daerah, Gubernur Lampung yang disampaikan oleh Yurnalis, S.IP., M.Si. selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung, serta jajaran Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Lampung.


Kehadiran dari internal universitas diperkuat oleh empat Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, serta seluruh jajaran Dekan Fakultas, pimpinan biro, lembaga, UPA, unit kerja, Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unila, tokoh masyarakat, organisasi media massa, perwakilan purnabakti, dosen, tenaga kependidikan, organisasi kemahasiswaan, serta para penerima Anugerah berprestasi.


Malam penganugerahan ini berlangsung semarak, diawali dengan Beragam, penampilan tarian kreasi budaya yang memukau disusul dengan penyerahan penghargaan bagi fakultas-fakultas terbaik di berbagai kategori prestasi. Auditorium kemeriahan pun pecah hingga akhir acara saat band legendaris asal Lampung, The Potter's, naik ke atas panggung dan sukses membakar energi penonton lewat aksi panggung yang spektakuler.


Rektor Unila dalam sambutannya menyampaikan bahwa Malam Anugerah BE STRONG 2026 menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah menyerang Unila. Ia menyampaikan bahwa perjalanan Unila hingga memasuki usia 61 tahun tidak terlepas dari kerja keras, kinerja, kreativitas, dan pengabdian dari sivitas akademika, serta kepercayaan, dukungan, dan sinergi dari para mitra dan pemangku kepentingan eksternal.


“Tema besar kita adalah BE STRONG. BE STRONG bukan sekedar slogan, melainkan fondasi kelembagaan kita, mulai dari riset, pendidikan, hingga kemitraan yang solid. Namun lebih dari itu, esensi utama BE STRONG yang ingin kita teguhkan malam ini adalah bagaimana kekuatan itu kita ubah menjadi dampak nyata dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, setiap karya dan kontribusi yang diberikan untuk Unila, baik di ruang kelas, laboratorium, lapangan, maupun di tengah masyarakat, menjadi bagian penting dalam perjalanan Unila untuk terus tumbuh dan memberikan dampak.


“Acara Anugerah BE STRONG ini hadir sebagai bentuk rasa terima kasih dan penghormatan Unila atas setiap tetes keringat, ide inovatif, dan kolaborasi indah yang telah kita ukir bersama,” tuturnya.


Rektor Unila juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh nominator dan penerima anugerah. Ia berharap para penerima penghargaan dapat terus menginspirasi dan melahirkan karya-karya terbaik. Sementara itu, bagi pihak yang belum menerima penghargaan, malam penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat untuk terus berkarya dan berkolaborasi.


Ajang prestisius ini menjadi bukti nyata terhentinya inovasi universitas sekaligus penegat komitmen dalam mencetak generasi unggul yang mendunia. Melalui selebrasi akbar ini, seluruh civitas akademika diharapkan terus memperkuat kolaborasi demi memacu prestasi yang jauh lebih gemilang di masa depan.(Rls)

Share:

Sabtu, 12 September 2026

SMSI Bandar Lampung Buka Pendaftaran Calon Ketua 2026–2029

 

BANDAR LAMPUNG (Utusan Andalas)— Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bandar Lampung membuka pendaftaran bakal calon ketua periode 2026–2029.

Pendaftaran tersebut menjadi bagian dari persiapan pergantian kepengurusan SMSI Kota Bandar Lampung.

Ketua Tim Penjaringan SMSI Bandar Lampung, Deta Citrawan, mengatakan panitia membuka kesempatan bagi seluruh anggota yang memenuhi persyaratan.

“Kami membuka peluang bagi setiap anggota yang berkenan untuk maju sebagai Calon Ketua Umum di masa bakti yang akan datang,” ujar Deta.

Panitia menetapkan sejumlah persyaratan bagi anggota yang ingin mengikuti bursa pemilihan ketua.

Calon harus berstatus anggota aktif SMSI minimal selama satu tahun.

Pendaftar juga wajib melampirkan dokumen legalitas resmi media yang dipimpinnya.

Selain itu, calon harus menyerahkan identitas diri dan surat keterangan sehat.

Panitia juga mensyaratkan dukungan minimal 20 persen dari total anggota aktif SMSI Bandar Lampung.

Anggota yang berminat dapat mengambil formulir pendaftaran secara langsung di Sekretariat SMSI Bandar Lampung.

Tim penjaringan selanjutnya akan memverifikasi seluruh berkas pendaftaran sebelum menetapkan calon resmi.

Pemilihan Ketua SMSI Kota Bandar Lampung periode 2026–2029 dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026.

Share:

Kamis, 03 September 2026

HPN 2027 Belum Diputuskan, Dewan Pers Akan Libatkan Seluruh Konstituen





JAKARTA(Utusan Andalas) — Dewan Pers hingga Rabu malam (2/9/2026) belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab dan pelaksana Hari Pers Nasional (HPN) 2027.


Kepastian tersebut menyampaikan sejumlah unsur Dewan Pers setelah pada Rabu siang Dewan Pers mengadakan pertemuan dengan utusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang memaparkan kesiapan menjadi pelaksana HPN 2027.



Penegasan serupa disampaikan anggota Dewan Pers Abdul Manan. Ia mengatakan Dewan Pers belum membuat keputusan akhir terkait HPN 2027.


Menurutnya, pertemuan tadi siang itu dimaksudkan untuk mendengarkan pandangan dari PWI soal aspirasi konstituen DP yang lain. Sebab, PWI tidak datang dalam pertemuan membahas soal HPN ini sebelumnya. Dari penjelasan tadi siang, PWI masih merasa bahwa organisasinya adalah lembaga yang berhak menjadi penanggungjawab dan penyelenggara karena HPN itu ada kaitan erat dengan sejarah organisasi ini. Namun dalam pelaksanaannya akan melibatkan konstituen DP lainnya.


Meski HPN itu memakai tanggal lahir PWI, tapi ini 'kan namanya HPN yang seharusnya merupakan hari yang merayakan semua komunitas pers. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus dilakukan bersama-sama, tidak dimonopoli atau didominasi oleh satu organisasi. Dan karena acara bersama ini, yang lebih tepat menjadi penanggungjawab, ya seharusnya bukan organisasi, tapi lembaga yang punya lebih banyak orang di pers atau yang menaungi organisasi dan organisasi perusahaan pers, yaitu DP, ujar Abdul Manan.


Ditambahkan Abdul Manan, disebutkan, tentu saja bisa dimengerti jika PWI soal HPN ini inginnya seperti status quo, yaitu seperti selama ini terjadi. Namun di sisi lain, konstituen menginginkan ada perubahan karena pelaksanaan HPN ini masih tidak sesuai harapan sebagian besar konstituen DP.


Selama ini agenda HPN lebih banyak diisi oleh agenda satu organisasi wartawan dan ini menimbulkan keengganan konstituen DP lainnya untuk terlibat memperingati HPN.


Memang tidak mudah mengubah praktik HPN yang sudah berlangsung puluhan tahun, namun ini tak bisa dibiarkan terus menerus. Sebab, itu akan mengurangi makna dari HPN. PWI masih menilai Kepres HPN itu seperti menjadi dasar bagi organisasi insan pers itu, untuk menjadi penanggung jawab dan penyelenggara HPN. Padahal kalau kita melihat isinya, keppres itu baru menetapkan tanggal 9 Februari sebagai hari pers nasional. Namun kepres tidak memberikan mandat kepada lembaga atau organisasi tertentu sebagai pelaksananya.


Melihat situasi seperti ini, salah satu anggota DP mengusulkan agar segera ada revisi keppres HPN ini.


"Saya setuju dengan ide itu. Revisi bisa dilakukan antara lain dengan mengubah tanggal HPN atau memperjelas ketentuan di dalamnya, misalnya soal lembaga yang menjadi penanggungjawab atau penyelenggara HPN. Ini merupakan salah satu alternatif yang bisa ditempuh jika tidak ada titik temu yg bisa diterima semua soal HPN ini. Sekali lagi saya sampaikan, pertemuan tadi siang itu adalah forum DP mendengarkan pendangan PWI. Selanjutnya DP akan bertemu dengan konstituen DP lainnya membahas soal ini, misalnya akan mempertahankan praktik yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, apakah akan membuat peringatan HPN sendiri secara terpisah dari yang dilakukan PWI, atau lainnya,” tambahnya.


Setelah pertemuan dengan konstituen selain PWI, barulah Dewan Pers akan membuat keputusan akhir soal ini melalui rapat pleno. Tentu sikap DP akan berusaha membuat keputusan terbaik bagi komunitas pers, mempertimbangkan semua kepentingan konstituen DP yang memang punya aspirasi beragam soal pelaksanaan HPN.


“Putusan dari rapat pleno itulah yang akan menjadi pegangan DP, termasuk jika ditanya oleh pemerintah atau organisasi atau perusahaan yang ingin mendukung acara HPN ini,” tegas Abdul Manan.


Sementara itu, anggota Dewan Pers Muhammad Jazuli juga menegaskan bahwa belum ada keputusan resmi mengenai lokasi maupun konstituen yang akan menjadi penanggung jawab panitia HPN 2027.


“Secara resmi Dewan Pers belum menetapkan lokasi maupun konstituen yang menjadi penanggung jawab panitia HPN,” kata Jazuli.


Hal senada disampaikan anggota Dewan Pers, Dr. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini Dewan Pers belum menetapkan organisasi yang akan menjadi pelaksana HPN 2027.


“Kemarin kami baru mengundang PWI membahas hal tersebut. Untuk berdiskusi dengan PWI perihal HPN,” ujar Niken.


Pernyataan Niken kembali menegaskan bahwa pertemuan Dewan Pers dengan PWI masih dalam tahap pembahasan dan belum menghasilkan keputusan mengenai penetapan pelaksana HPN 2027.


Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, mengatakan pertemuan dengan PWI belum menghasilkan keputusan mengenai lokasi maupun organisasi pelaksana HPN 2027.


“Belum, tadi hanya pertemuan untuk mendengarkan paparan PWI. Habis ini dengan bicara seluruh konstituen,” jelas Totok saat dikonfirmasi wartawan Rabu malam.


AMSI: Belum Ada Rapat Bersama Konstituen


Keterangan dari unsur Dewan Pers tersebut diperkuat oleh Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika, yang akrab disapa Bli Komang.


Dalam diskusinya dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus, Bli Komang menyatakan bahwa Dewan Pers dan para konstituen belum kembali mengadakan rapat bersama untuk menetapkan lokasi maupun pelaksana HPN 2027.


“Belum ada rapat lagi bang. Menginginkan kawan-kawan PWI bersabar menunggu rapat tersebut,” ujar Bli Komang.


Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses penentuan lokasi dan pelaksana HPN 2027 masih terbuka dan belum memutuskan melalui forum bersama seluruh konstituen Dewan Pers.


SMSI Usulkan Jakarta, AMSI Siap Mendukung


Di tengah belum adanya keputusan tersebut, Pengurus SMSI Pusat menggelar rapat pleno di kantor pusat SMSI, Jakarta, Rabu malam (2/9/2026).


Dalam rapat pleno tersebut, SMSI membahas perkembangan HPN 2027 dan mengusulkan kepada Dewan Pers agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta.


Untuk menangkal Hoax yang berkembang, makali kumar sebagai Sekretaris Jenderal SMSI menyampaikan, kepada seluruh elemen bersabar menunggu keputusan Dewan Pers.


“Sebagai Sekretaris Jenderal SMSI saya mengajak seluruh fungsionaris SMSI pusat dan daerah setanah udara untuk menghindari penyebaran Hoax, dan menahan diri menunggu keputusan Dewan Pers”


Ketika ditanya kepada Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) apakah usulan SMSI untuk menyelenggarakan HPN 2027 di Jakarta masih memungkinkan, mengingat belum adanya keputusan resmi Dewan Pers, Wahyu Dhyatmika yang akrab disapa Bli Komang memberikan dukungan.


“AMSI siap mendukung SMSI,” ujarnya.


Sikap tersebut menunjukkan adanya ruang bagi seluruh konstituen untuk menyampaikan usulan sebelum Dewan Pers mengambil keputusan akhir mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027.


Dengan demikian, hingga Rabu malam (2/9/2026), belum terdapat keputusan resmi Dewan Pers mengenai lokasi HPN 2027 maupun konstituen yang ditetapkan sebagai penanggung jawab dan pelaksana kegiatan.


Selanjutnya Dewan Pers akan mempertemukan dan meminta pendapat seluruh konstituen untuk membahas HPN 2027. Forum tersebut menjadi penting untuk memastikan keputusan mengenai lokasi dan pelaksana HPN 2027 dilakukan melalui proses yang terbuka dan melibatkan seluruh konstituen Dewan Pers.


Sementara itu, usulan SMSI agar HPN 2027 dilaksanakan di Jakarta mendapat respon positif dari AMSI yang menyatakan siap mendukung usulan tersebut. (*)

Share:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini