Rabu, 16 September 2026

Tokoh Muda Batak dan Ketua APML Junior Arthur Samosir Bawa Pesan Toleransi Lewat Film Ageman




Lampung (Utusan Andalas)– Layar sinema edukasi toleransi bertajuk Ageman terus menyedot perhatian publik. 

Tak hanya menampilkan deretan pejabat Pemprov Lampung, tokoh agama, tokoh budaya dan akademisi, film ini juga melibatkan para tokoh organisasi kemasyarakatan secara nyata. Salah satunya adalah tokoh Pemuda Batak Bersatu yang juga Ketua Aliansi Pekerja Mandiri Lampung (APML), Junior Arthur Samosir.

Pria yang akrab disapa Arthur ini menguji kebolehannya berakting dengan memerankan sosok dalam keluarga Kristen yang taat. 

Karakter yang ia bawakan digambarkan pada realitas dinamika sosial masyarakat yang heterogen, di mana kerabatnya sempat mendapat perlakuan tidak menyenangkan hingga dilarang berteman karena perbedaan keyakinan.

Melalui peran tersebut, Arthur menggambarkan betapa pentingnya menjaga komunikasi dan rasa saling menghargai di tengah derasnya arus informasi era media sosial yang kerap memicu pembunuhan antarumat beragama.

Film Ageman sendiri diangkat dari kisah inspiratif perjalanan hidup Ken Setiawan mantan aktivis radikal yang kini telah insyaf dan mendedikasikan hidupnya untuk pencegahan paham intoleransi dan radikalisme. 

Di bawah Arahan sutradara Jasper Lance Piscasio dan diproduseri langsung oleh Ken Setiawan, sinema ini berani menyoroti isu hangat seputar perundungan (bullying) serta intoleransi yang dapat memicu cikal bakal paham ekstremisme. 

Secara filosofis, kata Ageman diserap dari bahasa Jawa, Sunda, dan Bali yang bermakna pakaian, pedoman, atau keyakinan. 

Judul ini menyimpan pesan luhur bahwa identitas latar belakang suku, agama, dan budaya adalah amanah yang melekat sejak lahir untuk saling mengenal serta melengkapi bukan untuk kecuali memicu kebencian. 

Eksekutif Produser Film Ageman yang juga Ketua FKPT Provinsi Lampung, Dr. M. Firsada, berharap keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam karya ini dapat mengetuk hati khalayak luas. 

“Film ini sangat layak ditonton oleh masyarakat luas agar kita semakin menyadari pentingnya menjaga kerukunan dan saling menghargai di tengah perbedaan. 

Harapannya, Indonesia tetap damai dan kondusif tanpa ada lagi celah bagi potensi intoleransi maupun radikalisme,” tegas Firsada.

Share:

0 comments:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini