Selasa, 01 September 2026

Wagub Jihan Nurlela Pesan 102 Dokter Baru Lulusan Unila Jadikan Integritas dan Pengabdian sebagai Landasan Profesi

 Wagub Jihan Nurlela Pesan 102 Dokter Baru Lulusan Unila Jadikan Integritas dan Pengabdian sebagai Landasan Profesi


BANDARLAMPUNG (Utusan Andalas)----- Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela berpesan kepada 102 dokter baru dari Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) untuk menjadikan integritas, empati, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai landasan dalam menjalankan profesi. 

Pesan itu disampaikan Wagub Jihan saat menghadiri Rapat Luar Biasa Senat FK Unila, dalam rangka Sumpah Dokter Periode III Tahun 2026 di Ballroom Hotel Novotel Bandarlampung, Senin (31/8/2026).

Kegiatan diawali dengan penyerahan Kode Etik Kedokteran Indonesia (Kodeki) dan pembacaan Sumpah Dokter kepada 102 dokter baru.

Wagub Jihan mengatakan, pengucapan Sumpah Dokter merupakan salah satu tahapan penting dalam perjalanan pendidikan kedokteran yang panjang dan penuh tantangan.

Menurutnya, para dokter baru telah melewati berbagai proses, perjuangan, ketekunan, kesabaran, hingga pengorbanan sebelum akhirnya sampai pada tahap tersebut.

"Saya mengucapkan selamat kepada seluruh sahabat dan teman-teman sejawat yang pada hari ini telah mengucapkan Sumpah Dokter dan secara sah menyandang gelar dokter," ujar Jihan.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Jihan juga menyampaikan apresiasi kepada para dokter baru serta keluarga besar FK Unila yang terus menunjukkan komitmen dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan yang berkualitas.

Ia menilai komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung maupun Indonesia secara umum.

Jihan menegaskan, Sumpah Dokter bukan sekadar seremoni dan bukan pula akhir dari perjalanan pendidikan kedokteran. Sebaliknya, sumpah tersebut menjadi tanda dimulainya tahap pengabdian yang sesungguhnya.

"Sumpah Dokter merupakan sebuah ikrar moral dan profesional untuk mengabdikan ilmu pengetahuan, kemampuan, dan profesi bagi kemanusiaan," katanya.

Jihan yang juga pernah menempuh pendidikan kedokteran Unila mengaku memahami bahwa perjalanan untuk menjadi seorang dokter tidak mudah. Pendidikan yang panjang dan penuh tantangan membutuhkan ketekunan, kesabaran, serta pengorbanan.

Karena itu, ia meminta para dokter baru menyadari bahwa mereka merupakan sumber daya manusia yang sangat berharga dan dibutuhkan oleh negara, daerah, serta masyarakat.

"Teman-teman dibutuhkan oleh negara. Teman-teman dibutuhkan oleh daerah," ujarnya.

Jihan mengingatkan bahwa status sebagai profesi yang dibutuhkan harus diikuti dengan tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik.

"Pegang teguh integritas untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," katanya. 

Jihan juga meminta para dokter baru untuk terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Ia mengatakan, tantangan profesi dokter ke depan tidak hanya terkait ketersediaan tenaga medis, tetapi juga kemampuan memberikan pelayanan yang berkualitas.

"Jika adik-adik, teman-teman sejawat sekalian tidak memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, ini akan terdisrupsi oleh teknologi dan perkembangan zaman. Untuk itu, berikan yang terbaik, bukan hanya pada saat teman-teman masih kuliah, tetapi juga nanti setelah menjadi dokter dan memberikan pelayanan," katanya.

Meski demikian, ia meyakini kemajuan teknologi tidak akan menggantikan peran manusia dalam pelayanan kesehatan.

"Sebagaimana canggihnya teknologi ke depan, tidak akan menggantikan posisi sumber daya manusia kesehatan sebagai pilar utama untuk bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan kesehatan masyarakat," ujarnya. 

Ia pun mengajak para dokter baru untuk bangga terhadap profesi yang telah mereka pilih.

"Insya Allah, sampai kapan pun, dokter akan tetap dibutuhkan sebagai bagian dari ikhtiar manusia dan sebagai perantara Tuhan dalam menyembuhkan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Jihan menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus menempatkan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, rumah sakit, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan, kata Jihan, adalah pembukaan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada empat program studi FK Unila.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjawab persoalan sumber daya manusia kesehatan sekaligus mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin merata.

"Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin merata, sumber daya kesehatan yang berkualitas dan dapat diakses seluruh masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses," katanya. 

Dalam konteks tersebut, Jihan menilai FK Unila memiliki posisi yang sangat strategis bagi pembangunan kesehatan di Provinsi Lampung.

Selain menghasilkan dokter berkualitas, FK Unila memiliki peran penting dalam pendidikan, penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat di bidang kesehatan.

"Kehadiran Fakultas Kedokteran Universitas Lampung menjadi salah satu kekuatan daerah dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang kompeten, sekaligus memahami kebutuhan dan karakteristik masyarakat di Provinsi Lampung," ujarnya.

Jihan berharap sinergi antara Pemprov Lampung, FK Unila, rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus diperkuat.

"Kita ingin agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh di lingkungan akademik dapat terus dibawa dan memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya. 

Ia mengajak seluruh alumni untuk juga mengambil peran di lingkungan pemerintahan. Saat ini, pemerintah sangat membutuhkan tenaga dan dukungan teknis untuk membangun daerah, negara, serta memperkuat sistem kesehatan. 

"Sumbangsih berupa ide, gagasan dari teman-teman sangat dinantikan agar kita dapat berjalan bersama dalam membangun daerah," pungkasnya. (***)

Share:

0 comments:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini