Sabtu, 29 Agustus 2026

Tiga Kebakaran Lahan Terjadi Sepekan, Polres Pringsewu Ingatkan Warga Soal Bahaya Api

 Tribratanews Res Pringsewu - Gambar konten #19

PRINGSEWU – Tiga kejadian kebakaran lahan dan semak belukar terjadi di wilayah Kabupaten Pringsewu dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian Polres Pringsewu yang mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan penggunaan api, terutama untuk membakar sampah maupun membuka lahan.

Kejadian terbaru terjadi di kawasan perbukitan Bukit Kelir, Dusun 3 RT 02 RW 03, Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, Jumat (28/8/2026) petang.

Kobaran api pertama kali diketahui sekitar pukul 18.00 WIB di kaki perbukitan yang berjarak sekitar 100–150 meter dari permukiman warga.

Mendapat informasi tersebut, Tim Siaga Bencana Polres Pringsewu bersama personel TNI, BPBD dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Berkat kesigapan petugas dan warga, sekitar pukul 21.00 WIB api berhasil dipadamkan sebelum merambat lebih jauh. Dari pendataan awal, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 2.000 meter persegi.

Meski kobaran api telah berhasil dipadamkan, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Tribratanews Res Pringsewu - Gambar konten #20
Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra melalui Kasi Humas Ipda Rahmat Basuki mengatakan, kecepatan petugas bersama masyarakat dalam merespons kebakaran sangat penting untuk mencegah api meluas.

“Alhamdulillah api dapat segera dipadamkan. Lokasi kebakaran cukup dekat dengan permukiman warga, sehingga penanganan secara cepat sangat penting agar api tidak merambat dan menimbulkan dampak yang lebih besar,” ujar Kasi Humas, Sabtu (29/8/2026).

Ia menambahkan, tiga kejadian kebakaran dalam sepekan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebelumnya, kebakaran lahan juga terjadi di area perbukitan milik warga di Dusun 4, Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.20 WIB, kebakaran semak belukar terjadi di kebun milik Rian Irliyantika di Pekon Pardasuka, Kecamatan Pardasuka. Lahan yang terbakar diperkirakan seluas kurang lebih 50 meter persegi.

“Dari beberapa kejadian tersebut, kita patut bersyukur api dapat segera dikendalikan sebelum meluas. Namun ini juga menjadi peringatan bahwa kebakaran lahan bisa terjadi kapan saja dan berawal dari hal yang sederhana,” katanya.

Polres Pringsewu mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, khususnya di lahan terbuka yang terdapat banyak semak atau material mudah terbakar.

Tribratanews Res Pringsewu - Gambar konten #21
Masyarakat juga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Jangan berpikir api kecil pasti mudah dipadamkan. Dalam kondisi lahan kering dan angin bertiup, api bisa dengan cepat menjalar. Bara yang terlihat sudah mati pun bisa kembali menyala,” tegasnya.

Ia mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran dengan segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap, maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kalau melihat ada kebakaran, jangan menunggu sampai api membesar. Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas, Polsek terdekat atau melalui Call Center Polri 110. Informasi yang cepat akan mempercepat penanganan,” pungkasnya.

Polres Pringsewu bersama TNI, BPBD dan masyarakat akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran lahan.(*)
Share:

Antisipasi Kemacetan di Jalinbar, Satlantas Polres Pesawaran Intensifkan Pengaturan Arus Lalu Lintas di Simpang Tugu Coklat

 Tribratanews Res Pesawaran - Gambar konten #20

 

PESAWARAN – Guna memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan mengantisipasi terjadinya kepadatan kendaraan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesawaran secara intensif melaksanakan kegiatan pengaturan dan monitoring arus lalu lintas. Kegiatan ini difokuskan pada titik-titik rawan macet di Jalur Lintas Barat (Jalinbar) Sumatra, wilayah Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.

Salah satu titik krusial yang menjadi sasaran pengaturan adalah Simpang Tugu Coklat, Kecamatan Gedong Tataan. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai ini dipimpin langsung oleh personel Satlantas Polres Pesawaran, di antaranya Aipda Ariyanto Wibowo, Brigpol Iffant Zaini, dan Brigpol Thesar, di bawah komando Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Suarjono Suryaningrat, S.H., M.M.
Kapolres Pesawaran melalui Kasat Lantas AKP Suarjono Suryaningrat menyampaikan bahwa penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kelancaran aktivitas masyarakat pengguna jalan, terutama di akhir pekan.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di sepanjang Jalinbar Pesawaran. Kami ingin memastikan masyarakat dapat berkendara dengan aman dan lancar," ujar AKP Suarjono Suryaningrat dalam keterangannya, Minggu (28/06/2026).

Selain melakukan pengaturan arus, personel di lapangan juga aktif memberikan imbauan secara humanis kepada para pengendara agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menjaga jarak aman antar-kendaraan, dan mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama.

Berdasarkan pantauan di lokasi, berkat kesigapan anggota Satlantas Polres Pesawaran, arus lalu lintas di sekitar Simpang Tugu Coklat dan jalur Jalinbar Gedong Tataan secara umum terpantau ramai lancar, tertib, dan kondusif tanpa adanya hambatan berarti. (Humas)
Share:

Seruit Battle Meriahkan Festival Krakatau XXXV, Upaya Lestarikan Kuliner dan Budaya Lampung

 Seruit Battle Meriahkan Festival Krakatau XXXV, Upaya Lestarikan Kuliner dan Budaya Lampung


BANDARLAMPUNG (Utusan Andalas)----- Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, membuka kegiatan Seruit Battle dalam rangka memeriahkan Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 di Lapangan Saburai, Enggal, Bandarlampung, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 31 tim yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, hingga organisasi wanita.

Wulan Mirza mengatakan, Seruit Battle tidak sekadar menjadi ajang perlombaan memasak atau meracik sambal seruit. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan kuliner khas Lampung.

"Seruit merupakan salah satu makanan khas dan legendaris masyarakat Lampung. Kalau belum ke Lampung dan belum mencicipi seruit, rasanya belum lengkap berkunjung ke Lampung," ujarnya.

Menurutnya, seruit memiliki nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang kuat. Proses menyiapkan ikan, sambal, lalapan, hingga menikmatinya bersama-sama mencerminkan semangat gotong royong masyarakat Lampung.

Ia menyebut, salah satu ungkapan yang menggambarkan seruit adalah "seru tapi irit". Filosofi tersebut menggambarkan kesederhanaan sekaligus kebersamaan dalam menikmati makanan khas Lampung bersama keluarga.

"Melalui kegiatan ini kita tidak hanya mengadakan perlombaan, tetapi menghadirkan kembali tradisi dan budaya Lampung dalam bentuk yang lebih kreatif, menarik, dan relevan dengan perkembangan pariwisata serta ekonomi kreatif saat ini," katanya.

Wulan Mirza menambahkan, Festival Krakatau menjadi salah satu momentum penting untuk mempromosikan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, serta berbagai potensi yang dimiliki Provinsi Lampung.

Menurutnya, pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi seluruh pihak diperlukan agar potensi budaya dan kuliner Lampung semakin dikenal luas.

"Kita ingin seruit tidak hanya dikenal di Lampung, tetapi juga semakin dikenal secara nasional, bahkan hingga mancanegara," ujarnya.

Ia berharap Seruit Battle tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkenalkan kuliner Lampung, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya dan kearifan lokal.

Wulan Mirza mengatakan, tujuan utama kegiatan Seruit Battle bukan semata-mata untuk meraih predikat juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengangkat seruit Lampung sebagai bagian dari kebanggaan dan identitas masyarakat Lampung.

"Melalui kegiatan ini, mari kita rayakan budaya, lestarikan kuliner khas Lampung, serta bersama-sama memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung," pungkasnya. 

Festival Krakatau XXXV Tahun 2026 berlangsung pada 25-30 Agustus 2026. Berbagai kegiatan digelar sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif Provinsi Lampung.(Alung)

Share:

Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan Peran Biro Perekonomian dalam Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Lampung

 Sekdaprov Lampung Dorong Penguatan Peran Biro Perekonomian dalam Mengawal Pertumbuhan Ekonomi Lampung


BANDAR LAMPUNG (Utusan Andalas)— Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan meminta Biro Perekonomian memperkuat perannya sebagai pusat informasi, pengendalian, dan integrasi kebijakan ekonomi daerah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan saat memimpin rapat penguatan peran Biro Perekonomian sebagai pengendali, pengintegrasi, dan akselerator pertumbuhan ekonomi Lampung yang inklusif, mandiri, dan inovatif, yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Kantor Gubernur Lampung, Jumat (28/8/2026).

Sekdaprov Marindo menyampaikan Biro Perekonomian harus mampu membaca persoalan ekonomi lebih awal dan memberikan rekomendasi kepada pimpinan berdasarkan data.

“Biro Ekonomi itu harus mampu membaca masalah lebih awal, mengintegrasikan kebijakan, menggerakkan OPD, dan memastikan kebijakan ekonomi ini benar-benar menghasilkan dampak,” ujar Sekdaprov Marindo.

Ia mengatakan, setidaknya ada lima peran strategis yang perlu diperkuat, yakni sebagai economic intelligence, pengintegrasi kebijakan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), economic control, economic problem solver, serta memastikan kebijakan ekonomi memberikan dampak bagi masyarakat.

Sekdaprov Marindo juga meminta Biro Perekonomian menyusun Dashboard Ekonomi Lampung yang memuat sekitar 20 indikator ekonomi strategis. Dashboard tersebut antara lain mencakup pertumbuhan ekonomi, inflasi, nilai tukar petani (NTP), investasi, ekspor, harga komoditas, dan kinerja badan usaha milik daerah (BUMD).

“Jadi bukan hanya inflasi. Kita perlu melihat bagaimana kondisi aktivitas ekonomi Lampung hari ini,” ujarnya.

Menurutnya, dashboard tersebut harus diperbarui secara berkala sehingga dapat menjadi alat bantu pimpinan dalam mengambil keputusan. Indikator juga dapat dibuat dengan sistem peringatan, misalnya merah, kuning, dan hijau.

"digitalisasi tidak sekadar membuat aplikasi. Hal yang lebih penting adalah membangun pola pikir berbasis data sehingga pemerintah dapat membaca tren dan mengambil kebijakan lebih cepat," jelasnya.

Untuk mendukung semua hal tersebut, Sekdaprov Marindo meminta Biro Perekonomian memperkuat koordinasi dengan Bappeda, pemerintah kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menangani persoalan ekonomi. (Alung)

Share:

Gubernur Mirza Terima Anugerah Pembangunan Terpuji, Katagori Pendidikan dan Pemberdayaan SDM

 





Jawa Barat (Utusan Andalas)— Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu kunci utama bagi Lampung untuk mengejar ketertinggalan dan mendorong kemajuan daerah.


Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat menerima Anugerah Pembangunan Terpuji Kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumberdaya Manusia dalam ajang detik Sumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Depok, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026) malam.

Tampak hadir mendapingi Gubernur Mirza, saat meneima penghargaan ini, Kadisdikbud Thomas Americo, S.S.T.P, M.H, dan Kadiskominfotik Lampung,  Drs. Ganjar Jationo, M.M/



"Kami di Provinsi Lampung, sangat percaya salah satu syarat peradaban kita akan maju, salah satu syarat negara kita akan maju, masyarakat kita akan maju, apabila pendidikannya jadi lebih baik," ucap Gubernur Mirza.



Menurut Gubernur, pembangunan SDM menjadi fokus Pemerintah Provinsi Lampung karena kualitas manusia merupakan fondasi penting untuk mendorong pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat.


"Sumber daya manusia adalah fokus kami dalam mengejar ketertinggalan. Bagaimana ke depan sumber daya manusia Provinsi Lampung akan menjadi lebih terdidik, lebih baik, guna ikut membangun Provinsi Lampung dan Indonesia," ujar Gubernur.


Komitmen tersebut antara lain diwujudkan melalui kebijakan penghapusan uang komite pada SMA, SMK, dan SLB Negeri di Lampung. Kebijakan itu menjadi bagian dari program pendidikan gratis yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung untuk memperluas akses pendidikan pada jenjang menengah.


Melalui kebijakan tersebut, biaya pendidikan diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Lampung untuk melanjutkan sekolah, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.


Namun demikian, penghapusan uang komite tidak berarti kebutuhan operasional sekolah dihentikan. Pemerintah Provinsi Lampung mengalihkan dukungan pembiayaan melalui anggaran daerah agar sekolah tetap dapat menjalankan proses pembelajaran dan memenuhi kebutuhan operasional tanpa membebankan pungutan rutin kepada orang tua siswa.

Advertisement

Dalam APBD 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan lebih dari Rp 100 miliar untuk mendukung penggratisan biaya pendidikan SMA dan SMK Negeri melalui Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD). Anggaran tersebut menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menjaga keberlangsungan operasional sekolah setelah uang komite dihapus.


Di sisi lain, sekolah tetap dituntut mengelola anggaran secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Penghapusan pungutan kepada orang tua tidak boleh berujung pada penurunan kualitas layanan pendidikan yang diterima siswa.


Kebijakan pendidikan gratis juga diarahkan agar tidak berhenti pada persoalan pembiayaan. Pemprov Lampung menempatkannya sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan kualitas SDM sekaligus menekan angka anak tidak sekolah.


Dengan biaya pendidikan yang semakin terjangkau, pemerintah berharap semakin banyak anak Lampung dapat menyelesaikan pendidikan menengah. Pendidikan yang lebih inklusif juga membuka peluang lebih besar bagi mereka untuk melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun memasuki dunia kerja.


Kebijakan tersebut sekaligus menjadi upaya membangun sistem pendidikan yang lebih berkeadilan. Kondisi ekonomi keluarga diharapkan tidak lagi menjadi alasan seorang anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.


Penghargaan detikSumatera Awards 2026 menjadi apresiasi terhadap upaya tersebut. Ajang yang digelar detikcom itu memberikan penghargaan kepada tokoh, pemerintah, BUMD, korporasi swasta, dan pihak lainnya yang dinilai memberikan kontribusi terhadap pembangunan dan kemajuan Sumatera.


Bagi Lampung, penghargaan tersebut memperkuat dorongan agar kebijakan pendidikan terus diarahkan pada hasil yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar pada penghapusan biaya. Dalam jangka panjang, akses pendidikan yang lebih luas dan peningkatan kualitas SDM diharapkan menjadi modal bagi Lampung untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan daya saing, dan memberikan kesempatan masa depan yang lebih baik bagi generasi mudanya (Red)

Share:

Perkuat Sinergi Pencegahan Karhutla, Tim Penyuluh Mabes TNI Edukasi Karyawan PT PSMI



 Way Kanan (Utusan Andalas) - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat melalui sinergi TNI, perusahaan dan masyarakat. Tim Penyuluh Mabes TNI memberikan edukasi dan penyuluhan pencegahan karhutla kepada jajaran dan karyawan PT PSMI di Lapangan Bola PT PSMI, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, Sabtu (29/08/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Mabes TNI mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi titik api, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran.


Tim Penyuluh menegaskan, pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Sementara itu, Komandan Kodim 0427/Way Kanan Letkol Arm Sigit Windarto, S. Sos., M. Han., mengatakan sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mencegah terjadinya karhutla.

Advertisement

“Karhutla merupakan persoalan yang harus kita cegah bersama. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat harus terus diperkuat, tidak hanya saat terjadi kebakaran, tetapi sejak tahap pencegahan,” ujar Letkol Arm Sigit.


Ia juga mengimbau seluruh karyawan dan masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.


“Kami mengajak seluruh karyawan PT PSMI dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan agar dapat ditangani sedini mungkin,” katanya.


Manager PT PSMI, Bapak Dodi, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi tentang pencegahan karhutla penting untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepedulian karyawan terhadap lingkungan.


“Kami berkomitmen mendukung upaya pencegahan karhutla serta terus bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah dan pihak terkait dalam menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Share:

Tanam Perdana di Tulang Bawang, Danrem 043/Gatam Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan


Tulang Bawang (Utusan Andalas) - Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Ringin Sari, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang, mulai dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani. Hal itu ditandai dengan serah terima hasil Cetak Sawah Rakyat dan tanam padi perdana Tahun Anggaran 2026, Jumat (28/8/2026).


Komandan Korem (Danrem) 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menegaskan bahwa serah terima lahan bukan merupakan akhir program, melainkan awal kerja nyata yang harus dilanjutkan melalui penanaman, perawatan hingga panen.


“Kita tidak hanya melihat tanah, tetapi sedang melihat masa depan. Dari lahan ini diharapkan tumbuh padi, penghasilan, kesejahteraan, dan harapan baru bagi keluarga petani,” kata Brigjen TNI Sumarlin Marzuki.


Menurutnya, pertanian memiliki peran strategis karena pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Petani tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarganya, tetapi juga turut menopang kehidupan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.


“Menanam padi adalah pekerjaan yang sangat mulia. Menjaga sawah berarti menjaga kehidupan, dan menghasilkan pangan berarti ikut menjaga ketahanan negara,” ujarnya.


Danrem meminta seluruh pihak memastikan lahan yang telah dicetak tidak dibiarkan kosong atau terbengkalai. Setiap kendala dalam pengelolaan lahan harus segera dikoordinasikan agar dapat ditemukan solusi secara cepat dan tepat.


Ia juga menekankan kepada jajaran Kodim agar pendampingan tidak berhenti pada tanam perdana. Personel harus hadir secara berkelanjutan di tengah petani, mendengar kendala, membantu mencari solusi, serta mengawal proses pertanian dari tanam hingga panen.


Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menilai Kabupaten Tulang Bawang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan Lampung. Potensi tersebut harus diwujudkan menjadi produksi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.


“Potensi tidak cukup. Potensi harus menjadi produksi, dan produksi harus menjadi kesejahteraan,” tegasnya.


Ia berharap dalam beberapa bulan ke depan, hamparan lahan tersebut berubah menjadi sawah hijau dengan tanaman padi yang tumbuh subur dan menghasilkan panen yang membanggakan.


“Jadikan tanam perdana ini sebagai awal semangat baru. Kita tanam dengan harapan dan doa, kita rawat dengan kerja keras, dan kita panen dengan semangat,” ujarnya.

Advertisement

Pemprov Lampung Dorong Sinergi


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung Elvira Umihanni mengatakan, serah terima dan tanam perdana CSR merupakan momentum penting dalam pembangunan pertanian di Lampung.


Menurutnya, kegiatan tersebut menandai dimulainya pemanfaatan lahan sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.


Program tersebut merupakan tindak lanjut Nota Perjanjian Kerja Sama antara Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Palembang dengan Korem 043/Gatam tentang Ruang Kelola Tipe 2 Paket Pekerjaan Konstruksi Cetak Sawah Provinsi Lampung.


Elvira mengatakan, Lampung memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional. Potensi tersebut perlu dikembangkan melalui peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, penguatan kelembagaan petani, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan lahan secara berkelanjutan.


“Lahan yang telah diserahterimakan merupakan amanah sekaligus peluang bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Karena itu, lahan harus dijaga, dikelola dengan penuh tanggung jawab, dan dimanfaatkan secara optimal,” katanya.


Ia mengapresiasi sinergi antara Kementerian Pertanian, TNI, Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten, penyuluh pertanian, petani, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.


“Pastikan setiap lahan yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Share:

ADVETORIAL

ADVETORIAL


Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

Blog Archive


Pengikut



Cari Blog Ini